Kamis, 23 Maret 2017

Bhinneka Tunggal Ika

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Indonesia adalah Negara besar . Indonesia juga Negara yang kaya raya akan sumber daya alamnya. Indonesia adalah Negara yang mempunyai penduduk yang ramah dan santun.Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak pulau yang terbentang dari sabang hingga merauke . dengan banyak nya pulau tentu juga Indonesia banyak terdidri dari bermacam – macam suku , budaya , bahasa , agama , adat istiadat dan tentunya juga terdiri dari banyak macam karakteristik masyarakatnya. Keberagaman itu memang unik dan bisa menjadi hal positif bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi jika keberagaman itu tidak dijaga atau tudak di tata dengan baik maka akan menjadi hal yang negatif  bagi bangsa Indonesia itu sendiri. Maka dari itu ditulislah semboyan bangsa Indonesia dalam menghadapi keberagaman tersebut . semboyan tersebut berbunyi “ Bhineka Tunggal Ika “ yang terdapat pada lambang negara Indonesia yaitu  garuda pancasila. Semboyan ini diharapkan bisa menjadi alat pemerastu bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya dan keutuhannya . serta tetap menjadikan negara Indonesia  sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akhirnya akan sesuai dengan cita – cita bangsa Indonesia itu sendiri. 
B.    Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian Bhineka Tunggal Ika ?
2.      Apa saja Aspek Aspek yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika ?
3.      Bagaimana pentingnya persatuan dalam keberagaman ?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Mendeskripsikan pengertian Bhineka Tunggal Ika
2.      Mendeskripsikan aspek-aspek yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika
3.      Mendeskripsikan pentingnya persatuan dalam keberagaman






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bhinneka Tunggal Ika
Bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai landasan ideologi yang berjiwa persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai serta menghormati ke-Bhinneka Tunggal Ika_an (persatuan dalam perbedaan) untuk setiap aspek kehidupan nasional guna mencapai tujuan nasional. Artinya, sudah menjadi hal yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masyarakat Indonesia itu jamak, plural, dan daerah yang beragam, terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, adat-istiadat dan kebiasaan agama, kepercayaan kekayaan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, nilai-nilai ke-Bhinneka tunggal Ika-an harus diwujudkan dan diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Sanskerta dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.Diterjemahkan per patah kata, kata Bhinneka berarti "beraneka ragam" atau “berbeda-beda”. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata Tunggal berarti "satu". Kata Ika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.Atau Bhinneka Tunggal Ika itu bisa diartikan sebagai “persatuan dalam perbedaan”, maknanya adalah ekspresi kehidupan yang kuat untuk mencapai kesatuan dikalangan masyarakat dari berbagai lapisan meskipun memiliki heterogenitas karakteristik yang berbeda namun karakteristik budaya yang sama mendasari heterogenitas dikalangan warganya.Kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, tentunya tidak hanya menjadikan Bhinneka Tunggal Ika itu sebagai semboyan belaka. Kita sebagai bangsa yang baik dan bertanggung jawab serta sebagai generasi penerus bangsa, sepatutnya kita juga mengamalkan ajaran dari Bhinneka Tunggal Ika. Janganlah, jadikan perbedaan suatu hal yang bisa menjadikan pertikaian. Tetapi jadikan hal tersebut sebagai alat untuk saling melengkapi yang dapat mempersatukan dan menghasilkan keindahan bagi Bangsa Indonesia.

B.    Aspek-aspek yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika
Ada banyak  aspek – aspek yang terkandung dalam  Ke-bineka Tunggal Ika-an, yang tentunya harus selau diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia demi menjaga keamanan dan kerukunan antar masyarakat Indonesia.  Dan jika hal itu dilakukan maka bisa menjadikan alat pemersatu bangsa. Aspek-aspek tersebut antara lain :
1.      Aspek toleransi antar adat istiadat
Melihat Indonesia secara keseluruhan, memberikan pengertian kepada kita bahwa “Indonesia dapat dianalogikan sebagai sebuah kain tenun”. Tenun yang tersusun dari berbagai macam warna dan benang. Walau berbeda warna tetap menjadi hasil tenun yang tak mudah koyak. Bukan hanya itu, warna-warna yang beraneka ragam menjadikan tenunan tersebut menjadi sebuah nilai seni yang tinggi. Hal ini memberi pengertian kepada kita bahwa keberagaman yang ada haruslah disikapi sebagai kasanah budaya yang juga merupakan kekayaan. Sama sekali bukan merupakan jurang pemisah diantara kita yang memiliki perbedaan.
Negara Indonesia sebagai pemerintah yang diakui berdaulat atas Bangsa Indonesia mengakui keberadaan Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dan berdiri dari berbagai macam keberagaman. Keberagaman mana yang salah satunya dapat kita lihat dari berbagai macam adat-istiadat yang ada di Indonesia. Hal ini dikuatkan oleh seorang peneliti asing berkebangsaan Belanda yang peduli akan hukum asli yang ada di Nusantara. Peneliti asing tersebut ialah Bapak Hukum adat kita “C. Van Vollenhoven”. Dalam disertasinya, Van Vollenhoven membagai wilayah Nusantara ke dalam 19 wilayah hukum adat. Hal tersebut didasarkan pada adanya perbedaan disetiap daerah. Perbedaan yang ditemukannya dapat berupa tata cara hidup, sistem kemasyarakatan, kepercayaan, nilai-nilai sebagai norma, dan lain-lain.
Ketika kita memahami bahwa Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam keberagaman. Satu diantaranya ialah adat-istiadat. Kaitannya dengan hukum adat, muncul pertanyaan besar “hukum adat siapa atau hukum adat yang mana yang mencerminkan hukum adat nasional?” Karena diketahui dengan berbagai macam keberagaman maka akan memunculkan perbedaan tidak terkecuali adat-istiadat yang kita miliki antar satu suku dengan yang lainnya. Untuk menjawab pertanyaan di atas. Secara mendalam kita perlu memahami walaupun keberagaman itu nyata di tengah-tengah kita sebagai masyarakat Indonesia, tetapi kita memiliki cultur universal yang sama atau unsur-unsur besar kebudayaan yang dimiliki setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai utama yang sama.
Adat-istiadat yang merupakan kebudayaan kita kemudian melahirkan apa yang disebut hukum adat. Hukum adat dapat kita pahami sebagai adat-istiadat yang memiliki sanksi. Hukum adat yang juga merupakan pencerminan budaya serta jiwa bangsa, kemudian diikat oleh satu motto yakni “Bhineka Tunggal Ika”. Bhineka Tunggal Ika mengakui bahwa kita sebagai bangsa merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari berbagai macam keberagaman. Keberagaman mana yang satu di dalam Pancasila sebagai kesatuan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang dapat dikatakan sebagi kristalisasi adat dan budaya kita.
2.      Aspek toleransi antar kebudayaan
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Kebudayaan Indonesia antara lain rumah adat, tari tradisional, lagu daerah, makanan, alat musik tradisional, dan pakaian tradisional.
Beragam kebudayaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dapat mempersatukan dan memperkuat bangsa ini. Seperti contoh, dengan mengembangkan Tari Tradisional, masyarakat dapat saling berinteraksi setiap kali latihan. Lewat budaya, bangsa Indonesia juga dapat bersatu dalam hal membela budayanya, seperti contoh kasus Budaya Indonesia yang di klaim oleh Negara tetangga.
3.      Aspek toleransi antar umat beragama
Sebagai negara majemuk, Indonesia dituntut untuk maju secara konsisten dalam mengembangkan bangsanya. meskipun demikian, kemajemukan yang seyogyanya berfungsi sebagai landasan kekayaan dan pengembangan bangsa dan kerap menjadi batu sandungan dengan banyaknya konflik. Konflik antarsuku hingga konflik agama dan masyarakat.Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim yang menjadi mayoritasnya, Indonesia diharapkan menjadi contoh bagi bangsa lain dalam hal kerukunan antar umat beragama. Dengan masuknya agama dan kepercayaan Kong Hu Chu sebagai agama yang telah disahkan oleh negara, keimanan anatar umat semakin diuji. 
Hal ini dibuktikan dengan dituntutnya warga masyarakat Indonesia untuk saling toleransi antarumat beragama. Baik toleransi tentang keagamaannya hingga perayaan hari raya keagamaan. Masyarakat Indonesia yang masih menyimpan mental kedaerahan, dikhawatirkan membangun mental tersebut dalam kehidupan keberagamaan.Dengan demikian, bukan tidak mungkin akan memicu terjadi konflik antarumat beragama dengan saling mencemooh dan menjelek-jelekan agam lain serta menggangap agamanyalah yang paling benar, seperti yang sempat terjadi beberapa bulan silam hingga terjadi pertumpahan darah.
4.      Aspek keberagaman dalam berbahasa
Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagaimakhluk bernalar, berbudaya, dan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama,mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing.Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28Oktober 1928, bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional, dan sesuai dengan bunyi UUD 1945, BabXV, Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini berarti bahwa bahasa Indonesiamempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara, yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya,yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebutdi dalam kedudukan yang diberikan.
C.    Pentingnya Persatuan dalam Keberagaman
Indonesia negara kesatuan. Hubungan antar pulau sudah terjadi sejak zaman dahulu. Ketersediaan angkutan laut sangat memudahkan hubungan antarpulau.Banyak suku bangsa dari satu pulau pindah ke pulau yang lain.Mereka menetap di tempat yang baru. Jadilah penduduk setempat.Kemudian menjadi penduduk desa atau kelurahan, kecamatan dan kabupaten atau kotamu. Ada juga program transmigrasi yang menyebabkan bercampurnya suatu suku bangsa asli dengan suku pendatang. Masing-masing dari mereka memiliki budaya yang berbeda. Tidak hanya budaya, agama mereka pun juga mungkin berbeda. Suatu tempat yang terdapat suku dan budaya yang beragam tentunya sangat rawan dan dapat menyulut adanya perpecahan antarsuku.
Namun ternyata hal ini tidak terjadi karena bangsa Indonesia memegang teguh semboyan Bhineka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika berarti berbedabeda tetapi tetap satu juga. Kata Bhineka Tunggal Ika diambil dari kitab Sutasoma karangan Empu Tantular, seorang pujangga dari Majapahit. Bunyi selengkapnya adalah Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Semboyan bangsa Indonesia ini tertulis pada kaki lambang negara Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu kita harus benar-benar memahami maknanya. Negara kita juga memiliki alat-alat pemersatu bangsa yang lain, yakni:
1.        Dasar Negara Pancasila
2.        Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan
3.        Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan
4.        Lambang Negara Burung Garuda
5.        Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
6.        Lagu-lagu perjuangan
Masih banyak alat-alat pemersatu bangsa yang sengaja diciptakan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Bisakah kamu menyebutkan yang lainnya? Persatuan dalam keragaman memiliki arti yang sangat penting. Persatuan dalam keragaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal sebagai berikut :
1.        Kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang
2.        Pergaulan antarsesama yang lebih akrab
3.        Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah
4.        Pembangunan berjalan lancer
Adapun sikap yang perlu dikembangkan untuk mewujudkan persatuan dalam keragaman antara lain:
1.        Tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain
2.        Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik
3.        Menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Semangat Bhineka Tunggal Ika sangat diperlukan untuk memperkokoh persatuan Indonesia merupakansyarat terpenting untuk menjadikan Indonesia negara yang kaya akan potensi dan tidak dipandangsebelah mata oleh bangsa lain. Jika Bhineka Tunggal Ika benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyatasehari-hari oleh masyarakat Indonesia, keragaman masyarakat dan budayanya justru menjadi nilai lebihdimata dunia sekaligus menjadi negara yang disegani karena integrasi bangsanya.
Aspek Aspek yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika :
·         Toleransi antar adat istiadat
·         Toleransi antar kebudayaan
·         Toleransi antar umat beragama dan masyarakat
·         Toleransi keberagaman dalam berbahasa
B.    Saran
     Sebagai kaum terpelajar sudah sepatutnya kita mengetahui makna dari Bhinneka Tunggal Ika serta menerapkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.














DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com (diakses pada 26 April 2015 pukul 14.30 WITA )
www.zenosoft.files.wordpress.com (diakses pada 26 April 2015 pukul 14.34 WITA )











Tidak ada komentar:

Posting Komentar