Diagram Interaksi Ekonomi Model Sederhana (2 Pelaku)
Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang
dan jasa, perusahaan memerlukan faktor-faktor produksi berupa tanah, bangunan,
bahan baku, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan yang diperolehnya dari rumah
tangga. Di sini perusahaan dan rumah tangga akan bertemu di pasar input (pasar
faktor-faktor produksi). Dari penggunaan faktor-faktor produksi tersebut
perusahaan akan memberikan sewa, uang pembelian bahan baku, upah, bunga, dan
laba kepada rumah tangga sebagai pemilik faktor-faktor produksi.
Sebaliknya, bila rumah tangga membutuhkan barang dan jasa, rumah tangga akan membelinya dari perusahaan. Di sini, rumah tangga dan perusahaan akan bertemu di pasar output (pasar barang dan jasa). Dalam penjualan barang dan jasa, perusahaan bisa menjualnya sendiri secara langsung atau bisa menggunakan jasa pedagang.
Jadi, untuk memenuhi kebutuhannya, rumah tangga akan menggunakan pendapatan yang diperolehnya dari perusahaan untuk mengadakan pembelanjaan barang dan jasa. Dari pembelanjaan tersebut maka perusahaan akan memperoleh pendapatan yang pada saatnya nanti akan digunakan untuk membiayai produksi barang dan jasa. Pembiayaan tersebut berbentuk pemberian sewa, uang pembelian bahan baku, upah, bunga, dan laba, seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi Model Lengkap (4 Pelaku)
Berikut ini akan dijelaskan mengenai diagram interaksi
pelaku ekonomi dalam model lengkap (4 pelaku) yang akan menggambarkan interaksi
timbale balik antara rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar
negeri.

Aliran antara Rumah Tangga dan Perusahaan
Di atas sudah dijelaskan aliran yang terjadi antara
rumah tangga dan perusahaan yang bisa kalian lihat pada diagram interaksi
pelaku ekonomi model sederhana. Coba kalian baca lagi penjelasannya.
Aliran antara Pemerintah dengan Rumah Tangga dan Perusahaan
Sebagai salah satu pelaku ekonomi, pemerintah
memproduksi barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dan perusahaan
dengan tujuan untuk melayani kepentingan umum. Sehingga, barang dan jasa itu
disebut dengan istilah barang dan jasa publik. Selain itu, produksi barang dan
jasa tersebut berguna pula untuk menambah pendapatan negara. Barang dan jasa
yang diproduksi pemerintah di antaranya minyak, gas, semen, baja, listrik,
pendidikan, kesehatan, hukum, keamanan, jasa pos, dan lain-lain.
Oleh karena itu, pemerintah berhak memungut pajak dan fee (ongkos) serta menerima pendapatan dari penjualan barang-barang tersebut. Semua penerimaan yang diperoleh pemerintah di antaranya digunakan untuk membayar pegawai (guru, polisi, hakim, dokter, perawat, dan lain-lain), memberikan subsidi kepada rumah tangga (misalnya: subsidi BBM), serta subsidi kepada perusahaan (misalnya: subsidi terhadap produksi pertanian).
Oleh karena itu, pemerintah berhak memungut pajak dan fee (ongkos) serta menerima pendapatan dari penjualan barang-barang tersebut. Semua penerimaan yang diperoleh pemerintah di antaranya digunakan untuk membayar pegawai (guru, polisi, hakim, dokter, perawat, dan lain-lain), memberikan subsidi kepada rumah tangga (misalnya: subsidi BBM), serta subsidi kepada perusahaan (misalnya: subsidi terhadap produksi pertanian).
Aliran yang Berkaitan dengan Masyarakat Luar Negeri
Dalam kegiatan ekonomi dewasa ini, hubungan dengan
masyarakat luar negeri merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan lagi. Hubungan
dengan masyarakat luar negeri telah menciptakan terjadinya arus masuk barang
dan jasa (impor barang dan jasa) serta arus masuk faktor-faktor produksi (impor
faktor-faktor produksi). Selain itu, terjadi pula arus keluar barang dan jasa
(ekspor barang dan jasa) serta arus keluar faktor-faktor produksi (ekspor
faktor-faktor produksinya).
Dalam kegiatan impor barang dan jasa dari masyarakat luar negeri, negara kita harus melakukan sejumlah pembayaran kepada masyarakat luar negeri. Yaitu dengan memberikan uang pemblian bahan baku, upah, bunga,, sewa, da laba. Sebaliknya, dari kegiatan ekspor barang dan jasa kepada masyarakat luar negeri, negara kita akan mendapat sejumlah pendapatan dari masyarakat luar negerii, yaitu penjualan bahan baku, upah, bunga sewa, dan laba. Dari kegiatan impor faktor-faktor produksi, ada satu faktor produksi yang betul-betul dibutuhkan oleh negara kita, yakni faktor produksi modal.
Oleh karena itu, negara kita sangat memerlukan adanya investor-investor asing yang mau menanamkan modalnya ke Indonesia.
Dalam kegiatan impor barang dan jasa dari masyarakat luar negeri, negara kita harus melakukan sejumlah pembayaran kepada masyarakat luar negeri. Yaitu dengan memberikan uang pemblian bahan baku, upah, bunga,, sewa, da laba. Sebaliknya, dari kegiatan ekspor barang dan jasa kepada masyarakat luar negeri, negara kita akan mendapat sejumlah pendapatan dari masyarakat luar negerii, yaitu penjualan bahan baku, upah, bunga sewa, dan laba. Dari kegiatan impor faktor-faktor produksi, ada satu faktor produksi yang betul-betul dibutuhkan oleh negara kita, yakni faktor produksi modal.
Oleh karena itu, negara kita sangat memerlukan adanya investor-investor asing yang mau menanamkan modalnya ke Indonesia.
Manfaat Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi
Dari diagram interaksi pelaku ekonomi diperoleh
manfaat, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat. Manfaat diagram pelaku
ekonomi bagi pemerintah adalah sebagai berikut.
- Sebagai alat bantu untuk membuat pola pembangunan
nasional.
- Sebagai alat bantu untuk mengatur dan mengontrol
arus barang dan jasa serta faktor-faktor produksi yang terjadi di
masyarakat.
- Sebagai alat bantu untuk mengatur dan mengontrol
arus barang dan jasa dan faktor-faktor produksi dari dan ke luar negeri.
- Sebagai alat bantu untuk mengukur dan mengontrol
arus peredaran uang.
- Sebagai alat bantu untuk membuat APBN (Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara).
- Sebagai alat bantu untuk mengatur distribusi
pendapatan nasional.
- Sebagai media untuk menentukan struktur ekonomi
nasional.
- Sebagai sarana untuk mengetahui hak dan kewajiban
pemerintah kepada masyarakat.
Manfaat diagram pelaku ekonomi bagi masyarakat (rumah
tangga) adalah sebagai berikut.
- Sebagai media untuk mengetahui hak dan kewajiban
masyarakat dalam kegiatan ekonomi bila dihubungkan dengan peran
perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri.
- Sebagai media untuk mengetahui arus barang dan
jasa serta faktor-faktor produksi yang terjadi dalam kehidupan.
- Sebagai alat bantu untuk mengetahui jenis
pekerjaan yang bisa dilakukan oleh masyarakat (misalnya, menjadi eksportir
atau importir).
- Sebagai sarana untuk memperluas wawasan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar