HUBUNGAN MIGRASI
PENDUDUK DAN KERJASAMA ANTAR DUA NEGARA
(BILATERAL)
OLEH :
KELOMPOK VI
SELVI DIANA
NUR HASANAH
RAHMA ARDIANI
RASYATI
RIMA SRIWAHYUNINGSIH
EVIANTY LAPU
PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR
2015/2016
HUBUNGAN
MIGRASI PENDUDUK DAN KERJA SAMA ANTAR DUA NEGARA
(BILATERAL)
Hubungan
bilateral adalah suatu bentuk hubungan Kerjasama di antara
dua Negara. Kerja
sama ini biasanya dalam bentuk hubungan diplomatik, perdagangan, pendidikan dan
kebudayaan.
Kebanyakan
hubungan internasional dilakukan secara bilateral. Misalnya perjanjian politik, ekonomi, pertukaran
kedutaan besar dan kunjungan antar negara. Dalam diplomasi bilateral konsep
utama yang digunakan adalah sebuah negara akan mengejar kepentingan nasionalnya
demi mendapatkan keuntungan yang maksimal dan cara satu-satunya adalah dengan
membuat hubungan baik dan berkepanjangan antar negara.
Perjanjian
bilateral bersifat khusus (treaty contract) karena hanya mengatur hal-hal yang
menyangkut kepentingan kedua negara saja. Hubungan kerjasama antara kedua negara diekspresikan melalui penandatanganan
suatu perjanjian persahabatan. Kerjasama dapat berlangsung dalam berbagai
konteks yang berbeda-beda. Kebanyakan hubungan
dan interaksi yang berbentuk kerjasama terjadi diantara dua pemerintah yang
memiliki kepentingan atau
menghadapi masalah serupa secara bersamaan.
Kerjasama
bilateral merupakan suatu bentuk hubungan dua negara yang saling mempengaruhi
atau terjadinya hubungan timbal balik.
Dalam kerjasama bilateral setiap Negara mempunyai tujuan yang saling
menguntungkan dari kedua bela pihak. Dari sebuah kerjasama
bilateral tentu saja akan melahirkan sebuah perjanjian yang menjadi suatu
kelaziman bila negara-negara berdaulat menghendaki suatu persoalan diselesaikan
melalui perangkat norma yang disusun atas dasar kesepakatan bersama dengan tujuan
dan akibat-akibat hukum tertentu, maka secara formal lahir dalam bentuk
perjanjian internasional.
Kerja sama
bilateral biasanya dapat dilaksanakan antara Indonesia dan suatu negara yang
memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan keduanya telah menandatangani
“Persetujuan” atau Agreement, yang akan menjadi tonggak bentuk kerja sama
bilateral.
Peran serta
Indonesia dalam kerja sama dan hubungan internasional, baik di bidang politik,
ekonomi, sosial, dan budaya yang bermanfaat bagi
dunia dan Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Bidang politik
Contoh peran
Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang politik dapat diwujudkan
dalam keikutsertaan Indonesia dalam forum-forum internasional dengan tetap
memegang prinsip bebas aktif. Beberapa peran aktif Indonesia dalam bidang politik
luar negeri antara lain adalah sebagai berikut :
·
Mengupayakan terciptanya perdamaian antarpihak yang
saling bertikai, misalnya sebagai mediator dalam
masalah perang saudara di Kamboja melalui forum Jakarta Informal Meeting (JIM)
atau melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB di wilayah yang
sedang bertikai.
·
Sebagai salah satu pencetus berdirinya forum-forum
kerja sama regional dan internasional seperti GNB, ASEAN dan KAA.
·
Mendukung zone bebas nuklir di kawasan ASEAN.
2. Bidang ekonomi
Contoh peran
Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang ekonomi antara lain sebagai
berikut:
·
Mendukung pembentukan pasar bebas di kawasan ASEAN
(AFTA) dan ASIA Pasifik (APEC)
·
Membawa pusat promosi ASEAN untuk perdagangan,
investasi, dan pariwisata.
·
Membangun proyek-proyek industri ASEAN, seperti proyek
pabrik pupuk urea di Indonesia dan Malaysia, proyek industri tembaga di
Filipina, proyek pabrik mesin diesel di Singapura, proyek pabrik superfosfat di
Thailand dan sebagainya.
·
Menciptakan Preference Trading Arrangement (PTA) yang
bertugas menentukan tarif rendah untuk beberapa jenis barang komoditi produk
ASEAN dan sebagainya.
3. Bidang sosial
Contoh peran Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang sosial, antara lain :
·
pencegahan narkotika dan penanggulangannya.
·
penanggulangan bencana alam.
·
perlindungan terhadap anak cacat.
·
pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.
4 Bidang budaya
Contoh peran
Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang budaya antara lain
pertukaran pelajar dan mahasiswa.
·
pemberantasan buta huruf.
·
program pertukaran acara televisi ASEAN.
·
temu karya pemuda ASEAN.
·
festival lagu ASEAN dan sebagainya.
Dari
contoh-contoh yang sudah dikemukakan di atas, maka sudah menjadi kewajiban kita
untuk senantiasa mendukung setiap usaha pemerintah dalam upaya ikut mewujudkan
keamanan, ketertiban, kedamaian dunia serta peningkatan kemakmuran dalam negeri
melalui kerja sama dan hubungan internasional.
Contoh
Kerjasama Bilateral Indonesia antara lain sebagai berikut :
- Kerjasama
Indonesia-Singapura.
Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama di
berbagai bidang. Indonesia mengekspor minyak mentah, timah, gas alam,
sayur-sayuran, daging,dan kayu lapis ke singapura. Singapura secara konsisten menjadi
investor asing terbesar di Indonesia. Kerja sama antara Indonesia dan Singapura
juga meliputi beberapa bidang, termasuk kesehatan, pertahanan, dan lingkungan
hidup.
- Kerjasama
Indonesia Australia.
Perdagangan dan perniagaan antara Australia dan Indonesia
semakin tumbuh. Perdagangan dua-arah semaikin meningkat. Lebih dari 400
perusahaan Australia sedang melakukan perniagaan di Indonesia, mulai dari usaha
pertambangan sampai telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan ini bekerja sebagai
mitra dagang dengan perusahaan dan pemerintah Indonesia.
- Kerjasama
Indonesia dan Malaysia.
Investor dari Malaysia banyak menanamkan investasinya
dalam industri perkebunan kelapa sawit. Hal ini tentu menguntungkan bagi kedua
belah pihak. Selain itu, di Malaysia juga banyak di tempatkannya Tenaga Kerja
dari Indonesia yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), petugas medis,
pekerja bangunan serta tenaga profesional lainnya.
- Kerjasama
Indonesia dan Thailand.
Indonesia dan Thailand bekerjasama dalam pengembangan
pertanian, serta bebagai hal mengenai pengolahan produk pertanian. Tidak heran
jika di negara kita banyak ditemukan produk pertanian yang berasal dari negara
Thailand.
- Kerjasama
Indonesia dan Philipina.
Hubungan antara Indonesia dengan Fillipina berpusat
pada kerja sama di bidang perdagangan ekspor-impor. Indonesia mengekspor minyak
bumi, baja, besi, dan alumunium ke Filipina. Sementara Filipina mengekspor gula
dan kopra ke Indonesia.
- Kerjasama
Indonesia-brunei Darussalam.
Indonesia mengekspor sayur-sayuran, buah-buahan,
pakaian jadi, dan kendaraan ke Brunei Darussalam. Selain itu Indonesia juga
mengirimkan tenaga pengajar dan tenaga ahli lainnya ke Brunei Darussalam.
- Kerjasama
Indonesia-kamboja.
Pada saat ini Indonesia mencoba merealisasikan gagasan
untuk membentuk Joint Agricultural Working Group. Kamboja selama ini dianggap
sebagai penghasil beras berkualitas baik dan sebagian besar di ekspor dalam
bentuk gabah. Oleh sebab itu pemerintah Indonesia berharap dengan kerja sama
ini bisa meningkatkan kualitas pangan yang semakin baik.
Migrasi
penduduk merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan proses berkembangnya
pembangunan di Indonesia. Guna memenuhi kebutuhan suatu negara, kadangkala
pihak pemerintah sebagai aktor utama melakukan kerjasama dengan negara lain
yang bersifat lintas batas negara.
Dalam
konteks migrasi internasional, Indonesia merupakan negara asal, transit dan
tujuan migrasi. Di satu sisi, migrasi memberikan tantangan bagi negara tujuan
karena mereka harus menyeimbangkan kebutuhan domestik dan pasar tenaga kerja
berdasarkan pandangan dan kebutuhan rakyat mereka sendiri, juga hak-hak dan
perlindungan tenaga kerja di luar negeri. Di sisi lain, negara pengirim juga
harus menyeimbangkan perhatian pemerintah, tenaga kerja dan masyarakat lokal ketika
mengatur pengiriman warganya ke luar negeri. Kebutuhan suatu negara tidak dapat
dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri.
Mengingat
kebutuhan akan suatu negara dari tahun ketahun semakin meningkat, pembelajaran
mengenai ilmu Hubungan Internasional menjadi penting adanya sebagai kunci negara dalam melakukan
interaksi dengan negara-negara lain dalam dunia Internasional. Fenomena hubungan Internasional
digambarkan sebagai semua aspek kehidupan sosial manusia berbentuk hubungan
tindak-tanduk manusia yang melampaui batas-batas suatu negara dan berpengaruh
terhadap tindak-tanduk manusia lain diluar batas negara tersebut. Kerjasama Internasional merupakan
suatu perwujudan kondisi masyarakat yang saling tergantung satu dengan yang
lain. Dalam melakukan kerjasama ini dibutuhkan suatu wadah yang dapat
memperlancar kegiatan kerjasama tersebut. Tujuan dari kerjasama ini ditentukan
oleh persamaan kepentingan dari masing-masing pihak yang terlibat. Dalam suatu
kerjasama Internasional
bertemu berbagai macam kepentingan nasional dari berbagai negara dan bangsa
yang tidak dapat dipenuhi di dalam
negerinya sendiri.
Untuk
mencapai tingkat kemakmuran yang lebih tinggi, setiap negara di dunia
mengadakan hubungan kerjasama dengan negara lain. Pada dasarnya, semua negara
menginginkan keuntungan timbal balik yang optimal demi kesejahteraan rakyatnya.
Karena itu, negara-negara di dunia saling tukar menukar barang dan jasa,
mengerahkan sumber daya, melakukan perluasan penggunaan teknologi yang dapat
mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik untuk meningkatkan taraf hidup dan
kemakmuran bangsa.
Migrasi
Internasional saat ini masuk dalam pembahasan yang penting dalam studi hubungan
internasional. Tujuan dan motif utama melakukan migrasi adalah untuk
memperbaiki status dan keadaan ekonomi melalui pekerjaan dan pendidikan, yang
diduga bisa diperoleh di negara lain. Banyak studi dan penelitian yang
dilakukan oleh para ahli menjelaskan bahwa sebagian besar orang melakukan
migrasi karena keadaan ekonomi. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan
devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri
kepada keluarganya di Indonesia.
Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan
tenaga kerja dan
akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional.
Kehati-hatian
dalam menentukan asumsi migrasi internasional dipandang sebagai hal yang wajar
dimana trend
migrasi sewaktu-waktu dapat berubah dengan cepat. Perubahan politik dan ekonomi
pada negara asal dan penerima sangat mempengaruhi arus migrasi, sehingga sulit
memperkirakan bahwa keadaan akan selalu konstan (tidak berfluktuasi) selama
masa tahun proyeksi berlangsung.
Krisis
politik, ekonomi dan iklim yang sedang terjadi pada negara-negara penerima
migran tentunya akan merubah pola yang telah berlangsung selama sepuluh tahun
terakhir, hal ini mempersulit prediksi migrasi dimasa akan datang. Keadaan ini
menunjukkan asumsi migrasi internasional memerlukan pertimbangan nilai yang
lebih stabil.
Migrasi internasional saat ini telah menjadi sarana
penting dalam pembangunan ekonomi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Makin terbukanya kesempatan kerja antarnegara menyebabkan tenaga kerja dapat dengan
mudah keluar masuk di pasar tenaga kerja internasional. Dengan bekerja di luar
negeri, secara otomatis tenaga kerja akan berstatus menjadi migran
internasional. Saat ini, sebanyak 232 juta atau 3,2% dari total populasi dunia
berstatus migran internasional ( World Bank, 2013).
Saat
ini kerjasama internasional diantara dua negara
menyangkut segala aspek atau bidang diantaranya kerjasama dalam
penempatan tenaga kerja suatu negara ke negara lainnya yang dituangkan dalam
bentuk kerjasama bilateral. Tenaga kerja merupakan modal dasar dalam
keberhasilan Pembangunan
Nasional. Indonesia merupakan
negara yang berpenduduk banyak, begitu juga dalam hal tenaga kerjanya.
Grafik jumlah migran internasional
asal Indonesia tahun 2006-2012
Sumber : Badan Nasional Penempatan dan
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, 2012
Di Indonesia
sendiri, jumlah migran di luar negeri
pada tahun 2012 sebanyak 188.059
jiwa. Grafik diatas menunjukkan adanya
fluktuasi jumlah migran internasional dari tahun 2006 sampai 2012. Penurunan
drastis jumlah migran internasional sebesar 68% dibandingkan tahun
sebelumnya dari tahun 2011 ke tahun 2012
disebabkan adanya kebijakan monatorium
oleh pemerintah ke beberapa negara tujuan, khususnya di Timur Tengah sebagai
tindak lanjut dari tingginya kasus migran di luar negeri. Salah satu faktor
pendorong utama migrasi internasional di Indonesia adalah tingginya pertumbuhan
penduduk. Pada tahun 2010, sebanyak 237.641.326 jiwa tercatat sebagai penduduk
Indonesia (BPS, 2010). Pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan kenaikan
jumlah angkatan kerja meningkat setiap tahun. Selain itu, bentuk piramida
penduduk Indonesia yang ekspansif juga menyebabkan Indonesia memiliki
kelimpahan modal dalam pembangunan ekonomi, yaitu sumberdaya tenaga kerja.
Kelimpahan
dari segi kuantitas tenaga kerja yang tidak bisa ditampung seluruhnya oleh
pasar kerja dalam negeri mengharuskan mereka mencari peluang lain untuk
bekerja. Bagi sebagian kalangan, menjadi TKI merupakan pilihan kerja yang
menguntungkan. Terdapat dua kecenderungan tenaga kerja migran asal Indonesia,
yaitu dominasi pekerja wanita migran (TKW) di luar negeri dan penyerapan tenaga
kerja yang masih banyak berada di sektor informal (BNP2TKI, 2013). Hal ini kemungkinan besar
dikarenakan dalam sektor informal tidak terlalu mensyaratkan tingkat pendidikan
dan keterampilan tinggi sehingga memudahkan tenaga kerja asal Indonesia untuk
masuk di dalamnya.
Selain dari
aspek tenaga kerja, salah satu bentuk kerjasama antar dua negara yaitu
pertukaran pelajar. Dalam hal ini kerjasama antara
Indonesia dengan Korea Selatan di bidang pendidikan, Indonesia dan Korea
Selatan telah menandatangani MOU di bidang pendidikan. Bentuk kerjasama dalam
MOU tersebut adalah proyek penelitian bersama, pertukaran pengajar, pelajar,
peneliti dan ahli lainnya, pertukaran informasi, pertemuan berkala, konperensi,
seminar, pameran, pertukaran bahan-bahan yang diperlukan, pendirian pusat riset
bersama, pendidikan, pelatihan dan bentuk kerjasama pendidikan lainnya.
Jumlah mahasiswa dan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Korea
Selatan terus meningkat setiap tahun. Tahun 2004 jumlah mahasiswa Indonesia di
Korea Selatan hanya sekitar 70 orang meningkat menjadi sekitar 1200 siswa
sampai bulan Januari 2015. Jumlah mahasiswa Korea Selatan yang belajar di
Indonesia juga terus bertambah setiap tahun, tersebar di berbagai perguruan
tinggi diseluruh Indonesia. Mahasiswa Korea Selatan yang belajar di Indonesia
melalui program Darmasiswa yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan juga terus meningkat. Selain itu terdapat program pendidikan singkat
dari Kementeri Luar Negeri yaitu Beasiswa Budaya Indonesia yang bertujuan lebih
mengenalkan seni budaya Indonesia kepada generasi muda Korea Selatan. Minat
mahasiswa Korea Selatan untuk mempelajari bahasa Indonesia juga meningkat
terlihat dari banyaknya pendaftar untuk mengikuti program pendidikan bahasa
Indonesia di BIPA Universitas Indonesia. Setiap kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara
dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor yang memengaruhi
dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.
1. Kerja Sama Akibat Adanya Perbedaan
a)
Perbedaan
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang dimiliki oleh kedua negara berbeda-beda baik dari
segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang
melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam.
Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara
Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan
mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit
menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan
bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.
b)
Perbedaan
Iklim dan Kesuburan Tanah
Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara
dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia
dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi dan
lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya.
Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk
jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara
tropis.
c)
Perbedaan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju
seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan
dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara
berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut,
negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara maju.
Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan
dan teknologinya.
d)
Perbedaan
Ideologi
Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat
memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk
meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak
memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang
memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama
dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika
Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat
diselesaikan di meja perundingan.
2. Kerja Sama Akibat Adanya Kesamaan
a) Kesamaan sumber daya alam, kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong
terbentuknya kerja sama antarnegara.
b) Kesamaan keadaan wilayah (kondisi
geografis), negara-negara yang terletak di suatu wilayah
yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk
kepentingan wilayah
c) Kesamaan ideologi, negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu
negara melakukan kerja sama.
d) Kesamaan agama, adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk
bergabung dalam suatu organisasi.
Dampak yang
ditimbulkan dari kerjasama bilateral yaitu :
1.
Dampak
Positif
·
Menambah Devisa Negara
Kerja sama ekonomi
antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara.
Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin
banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan
negara.
·
Memperkuat Posisi Perdagangan
Persaingan dagang di
tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan
dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama
ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan
yang menguntungkan kedua negara. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat
memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling
menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.
·
Meningkatkan Investasi
Kerja sama antarnegara
dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di
Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia
dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan
pembangunan Indonesia.
·
Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama dapat
menciptakan persaingan yang sehat. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan
dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan
produk-produk yang mampu bersaing. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat
regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian
negara yang bersangkutan.
·
Memperluas Lapangan Kerja
Banyaknya investasi
dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat
berkurang.
·
Negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam
negeri
·
Terjadinya alih teknologi
2.
Dampak
Negatif
·
Ketergantungan terhadap negara lain
Banyaknya pinjaman
modal dari luar negeri dapat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan
negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan
pembangunan yang lebih baik.
·
Mendorong masyarakat
hidup konsumtif
Barang-barang impor
yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai
produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.
·
Pasar dalam negeri dikuasai produk asing
·
Mundurnya perusahaan dalam negeri
·
Meningkatnya pengangguran
·
Banyaknya TKI ilegal
DAFTAR PUSTAKA
http://sejarahnasionaldandunia.blogspot.com/2014/09/peran-indonesia-dalam-kerja-sama-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar