Kamis, 23 Maret 2017

HUBUNGAN MIGRASI PENDUDUK DAN KERJASAMA ANTAR DUA NEGARA (BILATERAL)

HUBUNGAN MIGRASI PENDUDUK  DAN KERJASAMA ANTAR DUA NEGARA (BILATERAL)

OLEH :
KELOMPOK VI

SELVI DIANA
NUR HASANAH
RAHMA ARDIANI
RASYATI
RIMA SRIWAHYUNINGSIH
EVIANTY LAPU

PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015/2016

HUBUNGAN MIGRASI PENDUDUK DAN KERJA SAMA ANTAR DUA NEGARA
(BILATERAL)

Hubungan bilateral  adalah suatu bentuk hubungan Kerjasama di antara dua  Negara. Kerja sama ini biasanya dalam bentuk hubungan diplomatik, perdagangan, pendidikan dan kebudayaan.
Kebanyakan hubungan internasional dilakukan secara bilateral. Misalnya perjanjian politik, ekonomi, pertukaran kedutaan besar dan kunjungan antar negara. Dalam diplomasi bilateral konsep utama yang digunakan adalah sebuah negara akan mengejar kepentingan nasionalnya demi mendapatkan keuntungan yang maksimal dan cara satu-satunya adalah dengan membuat hubungan baik dan berkepanjangan antar negara.
Perjanjian bilateral bersifat khusus (treaty contract) karena hanya mengatur hal-hal yang menyangkut kepentingan kedua negara saja. Hubungan kerjasama antara kedua  negara diekspresikan melalui penandatanganan suatu perjanjian persahabatan. Kerjasama dapat berlangsung dalam berbagai konteks  yang berbeda-beda. Kebanyakan hubungan dan interaksi yang berbentuk kerjasama terjadi diantara dua pemerintah yang memiliki kepentingan atau menghadapi masalah serupa secara bersamaan.
Kerjasama bilateral merupakan suatu bentuk hubungan dua negara yang saling mempengaruhi atau terjadinya hubungan timbal balik. Dalam kerjasama bilateral setiap Negara mempunyai tujuan yang saling menguntungkan dari kedua bela pihak. Dari sebuah kerjasama bilateral tentu saja akan melahirkan sebuah perjanjian yang menjadi suatu kelaziman bila negara-negara berdaulat menghendaki suatu persoalan diselesaikan melalui perangkat norma yang disusun atas dasar kesepakatan bersama dengan tujuan dan akibat-akibat hukum tertentu, maka secara formal lahir dalam bentuk perjanjian internasional.
Kerja sama bilateral biasanya dapat dilaksanakan antara Indonesia dan suatu negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan keduanya telah menandatangani “Persetujuan” atau Agreement, yang akan menjadi tonggak bentuk kerja sama bilateral.
Peran serta Indonesia dalam kerja sama dan hubungan internasional, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang bermanfaat bagi dunia dan Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Bidang politik
Contoh peran Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang politik dapat diwujudkan dalam keikutsertaan Indonesia dalam forum-forum internasional dengan tetap memegang prinsip bebas aktif. Beberapa peran aktif Indonesia dalam bidang politik luar negeri antara lain adalah sebagai berikut :
·         Mengupayakan terciptanya perdamaian antarpihak yang saling bertikai, misalnya sebagai mediator dalam masalah perang saudara di Kamboja melalui forum Jakarta Informal Meeting (JIM) atau melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB di wilayah yang sedang bertikai.
·         Sebagai salah satu pencetus berdirinya forum-forum kerja sama regional dan internasional seperti GNB, ASEAN dan KAA.
·         Mendukung zone bebas nuklir di kawasan ASEAN.

2. Bidang ekonomi

Contoh peran Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang ekonomi antara lain sebagai berikut:
·         Mendukung pembentukan pasar bebas di kawasan ASEAN (AFTA) dan ASIA Pasifik (APEC)
·         Membawa pusat promosi ASEAN untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata.
·         Membangun proyek-proyek industri ASEAN, seperti proyek pabrik pupuk urea di Indonesia dan Malaysia, proyek industri tembaga di Filipina, proyek pabrik mesin diesel di Singapura, proyek pabrik superfosfat di Thailand dan sebagainya.
·         Menciptakan Preference Trading Arrangement (PTA) yang bertugas menentukan tarif rendah untuk beberapa jenis barang komoditi produk ASEAN dan sebagainya.
3. Bidang sosial

Contoh peran Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang sosial, antara lain :
·         pencegahan narkotika dan penanggulangannya.
·         penanggulangan bencana alam.
·         perlindungan terhadap anak cacat.
·         pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.

4 Bidang budaya

Contoh peran Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang budaya antara lain pertukaran pelajar dan mahasiswa.
·         pemberantasan buta huruf.
·         program pertukaran acara televisi ASEAN.
·         temu karya pemuda ASEAN.
·         festival lagu ASEAN dan sebagainya.
Dari contoh-contoh yang sudah dikemukakan di atas, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa mendukung setiap usaha pemerintah dalam upaya ikut mewujudkan keamanan, ketertiban, kedamaian dunia serta peningkatan kemakmuran dalam negeri melalui kerja sama dan hubungan internasional.

Contoh Kerjasama Bilateral Indonesia antara lain sebagai berikut :
  1. Kerjasama Indonesia-Singapura.
Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama di berbagai bidang. Indonesia mengekspor minyak mentah, timah, gas alam, sayur-sayuran, daging,dan kayu lapis ke singapura. Singapura secara konsisten menjadi investor asing terbesar di Indonesia. Kerja sama antara Indonesia dan Singapura juga meliputi beberapa bidang, termasuk kesehatan, pertahanan, dan lingkungan hidup.
  1. Kerjasama Indonesia Australia. 
Perdagangan dan perniagaan antara Australia dan Indonesia semakin tumbuh. Perdagangan dua-arah semaikin meningkat. Lebih dari 400 perusahaan Australia sedang melakukan perniagaan di Indonesia, mulai dari usaha pertambangan sampai telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan ini bekerja sebagai mitra dagang dengan perusahaan dan pemerintah Indonesia.
  1. Kerjasama Indonesia dan Malaysia.
Investor dari Malaysia banyak menanamkan investasinya dalam industri perkebunan kelapa sawit. Hal ini tentu menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain itu, di Malaysia juga banyak di tempatkannya Tenaga Kerja dari Indonesia yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), petugas medis, pekerja bangunan serta tenaga profesional lainnya.
  1. Kerjasama Indonesia dan Thailand.
Indonesia dan Thailand bekerjasama dalam pengembangan pertanian, serta bebagai hal mengenai pengolahan produk pertanian. Tidak heran jika di negara kita banyak ditemukan produk pertanian yang berasal dari negara Thailand.
  1. Kerjasama Indonesia dan Philipina.
Hubungan antara Indonesia dengan Fillipina berpusat pada kerja sama di bidang perdagangan ekspor-impor. Indonesia mengekspor minyak bumi, baja, besi, dan alumunium ke Filipina. Sementara Filipina mengekspor gula dan kopra ke Indonesia. 
  1. Kerjasama Indonesia-brunei Darussalam.
Indonesia mengekspor sayur-sayuran, buah-buahan, pakaian jadi, dan kendaraan ke Brunei Darussalam. Selain itu Indonesia juga mengirimkan tenaga pengajar dan tenaga ahli lainnya ke Brunei Darussalam. 
  1. Kerjasama Indonesia-kamboja.
Pada saat ini Indonesia mencoba merealisasikan gagasan untuk membentuk Joint Agricultural Working Group. Kamboja selama ini dianggap sebagai penghasil beras berkualitas baik dan sebagian besar di ekspor dalam bentuk gabah. Oleh sebab itu pemerintah Indonesia berharap dengan kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas pangan yang semakin baik.

Migrasi penduduk merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan proses berkembangnya pembangunan di Indonesia. Guna memenuhi kebutuhan suatu negara, kadangkala pihak pemerintah sebagai aktor utama melakukan kerjasama dengan negara lain yang   bersifat lintas batas negara.
Dalam konteks migrasi internasional, Indonesia merupakan negara asal, transit dan tujuan migrasi. Di satu sisi, migrasi memberikan tantangan bagi negara tujuan karena mereka harus menyeimbangkan kebutuhan domestik dan pasar tenaga kerja berdasarkan pandangan dan kebutuhan rakyat mereka sendiri, juga hak-hak dan perlindungan tenaga kerja di luar negeri. Di sisi lain, negara pengirim juga harus menyeimbangkan perhatian pemerintah, tenaga kerja dan masyarakat lokal ketika mengatur pengiriman warganya ke luar negeri. Kebutuhan suatu negara tidak dapat dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri.
Mengingat kebutuhan akan suatu negara dari tahun ketahun semakin meningkat, pembelajaran mengenai ilmu Hubungan Internasional menjadi penting adanya  sebagai kunci negara dalam melakukan interaksi dengan negara-negara lain dalam dunia Internasional. Fenomena hubungan Internasional digambarkan sebagai semua aspek kehidupan sosial manusia berbentuk hubungan tindak-tanduk manusia yang melampaui batas-batas suatu negara dan berpengaruh terhadap tindak-tanduk manusia lain diluar batas negara tersebut. Kerjasama Internasional merupakan suatu perwujudan kondisi masyarakat yang saling tergantung satu dengan yang lain. Dalam melakukan kerjasama ini dibutuhkan suatu wadah yang dapat memperlancar kegiatan kerjasama tersebut. Tujuan dari kerjasama ini ditentukan oleh persamaan kepentingan dari masing-masing pihak yang terlibat. Dalam suatu kerjasama Internasional bertemu berbagai macam kepentingan nasional dari berbagai negara dan bangsa yang tidak  dapat dipenuhi di dalam negerinya sendiri.
Untuk mencapai tingkat kemakmuran yang lebih tinggi, setiap negara di dunia mengadakan hubungan kerjasama dengan negara lain. Pada dasarnya, semua negara menginginkan keuntungan timbal balik yang optimal demi kesejahteraan rakyatnya. Karena itu, negara-negara di dunia saling tukar menukar barang dan jasa, mengerahkan sumber daya, melakukan perluasan penggunaan teknologi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik untuk meningkatkan taraf hidup dan kemakmuran bangsa.
Migrasi Internasional saat ini masuk dalam pembahasan yang penting dalam studi hubungan internasional. Tujuan dan motif utama melakukan migrasi adalah untuk memperbaiki status dan keadaan ekonomi melalui pekerjaan dan pendidikan, yang diduga bisa diperoleh di negara lain. Banyak studi dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli menjelaskan bahwa sebagian besar orang melakukan migrasi karena keadaan ekonomi. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri kepada keluarganya di Indonesia. Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional.
Kehati-hatian dalam menentukan asumsi migrasi internasional dipandang sebagai hal yang wajar dimana trend migrasi sewaktu-waktu dapat berubah dengan cepat. Perubahan politik dan ekonomi pada negara asal dan penerima sangat mempengaruhi arus migrasi, sehingga sulit memperkirakan bahwa keadaan akan selalu konstan (tidak berfluktuasi) selama masa tahun proyeksi berlangsung.
Krisis politik, ekonomi dan iklim yang sedang terjadi pada negara-negara penerima migran tentunya akan merubah pola yang telah berlangsung selama sepuluh tahun terakhir, hal ini mempersulit prediksi migrasi dimasa akan datang. Keadaan ini menunjukkan asumsi migrasi internasional memerlukan pertimbangan nilai yang lebih stabil.
Migrasi  internasional saat ini telah menjadi sarana penting dalam pembangunan ekonomi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Makin terbukanya kesempatan kerja antarnegara menyebabkan tenaga kerja dapat dengan mudah keluar masuk di pasar tenaga kerja internasional. Dengan bekerja di luar negeri, secara otomatis tenaga kerja akan berstatus menjadi migran internasional. Saat ini, sebanyak 232 juta atau 3,2% dari total populasi dunia berstatus migran internasional ( World Bank, 2013).
Saat ini kerjasama internasional diantara dua negara  menyangkut segala aspek atau bidang diantaranya kerjasama dalam penempatan tenaga kerja suatu negara ke negara lainnya yang dituangkan dalam bentuk kerjasama bilateral. Tenaga kerja merupakan modal dasar dalam keberhasilan Pembangunan Nasional. Indonesia merupakan negara yang berpenduduk banyak, begitu juga dalam hal tenaga kerjanya.
Grafik jumlah migran internasional asal Indonesia tahun 2006-2012
      Sumber : Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, 2012
Di Indonesia sendiri, jumlah migran di luar negeri  pada tahun 2012  sebanyak 188.059 jiwa.  Grafik diatas menunjukkan adanya fluktuasi jumlah migran internasional dari tahun 2006 sampai 2012. Penurunan drastis jumlah migran internasional sebesar 68% dibandingkan tahun sebelumnya  dari tahun 2011 ke tahun 2012 disebabkan adanya  kebijakan monatorium oleh pemerintah ke beberapa negara tujuan, khususnya di Timur Tengah sebagai tindak lanjut dari tingginya kasus migran di luar negeri. Salah satu faktor pendorong utama migrasi internasional di Indonesia adalah tingginya pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2010, sebanyak 237.641.326 jiwa tercatat sebagai penduduk Indonesia (BPS, 2010). Pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan kenaikan jumlah angkatan kerja meningkat setiap tahun. Selain itu, bentuk piramida penduduk Indonesia yang ekspansif juga menyebabkan Indonesia memiliki kelimpahan modal dalam pembangunan ekonomi, yaitu sumberdaya tenaga kerja.
Kelimpahan dari segi kuantitas tenaga kerja yang tidak bisa ditampung seluruhnya oleh pasar kerja dalam negeri mengharuskan mereka mencari peluang lain untuk bekerja. Bagi sebagian kalangan, menjadi TKI merupakan pilihan kerja yang menguntungkan. Terdapat dua kecenderungan tenaga kerja migran asal Indonesia, yaitu dominasi pekerja wanita migran (TKW) di luar negeri dan penyerapan tenaga kerja yang masih banyak berada di sektor informal  (BNP2TKI, 2013). Hal ini kemungkinan besar dikarenakan dalam sektor informal tidak terlalu mensyaratkan tingkat pendidikan dan keterampilan tinggi sehingga memudahkan tenaga kerja asal Indonesia untuk masuk di dalamnya.

Selain dari aspek tenaga kerja, salah satu bentuk kerjasama antar dua negara yaitu pertukaran pelajar. Dalam hal ini kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan di bidang pendidikan, Indonesia dan Korea Selatan telah menandatangani MOU di bidang pendidikan. Bentuk kerjasama dalam MOU tersebut adalah proyek penelitian bersama, pertukaran pengajar, pelajar, peneliti dan ahli lainnya, pertukaran informasi, pertemuan berkala, konperensi, seminar, pameran, pertukaran bahan-bahan yang diperlukan, pendirian pusat riset bersama, pendidikan, pelatihan dan bentuk kerjasama pendidikan lainnya.
Jumlah mahasiswa dan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Korea Selatan terus meningkat setiap tahun. Tahun 2004 jumlah mahasiswa Indonesia di Korea Selatan hanya sekitar 70 orang meningkat menjadi sekitar 1200 siswa sampai bulan Januari 2015. Jumlah mahasiswa Korea Selatan yang belajar di Indonesia juga terus bertambah setiap tahun, tersebar di berbagai perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Mahasiswa Korea Selatan yang belajar di Indonesia melalui program Darmasiswa yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga terus meningkat. Selain itu terdapat program pendidikan singkat dari Kementeri Luar Negeri yaitu Beasiswa Budaya Indonesia yang bertujuan lebih mengenalkan seni budaya Indonesia kepada generasi muda Korea Selatan. Minat mahasiswa Korea Selatan untuk mempelajari bahasa Indonesia juga meningkat terlihat dari banyaknya pendaftar untuk mengikuti program pendidikan bahasa Indonesia di BIPA Universitas Indonesia. Setiap kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor.
 Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.
1.       Kerja Sama  Akibat Adanya Perbedaan
a)      Perbedaan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang dimiliki oleh kedua negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.
b)      Perbedaan Iklim dan Kesuburan Tanah
Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi dan lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.
c)      Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.
d)     Perbedaan Ideologi
Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan.
2.       Kerja Sama Akibat Adanya Kesamaan
a)       Kesamaan sumber daya alam, kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara.
b)       Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis), negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah
c)       Kesamaan ideologi, negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja sama.
d)       Kesamaan agama, adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu organisasi.
Dampak yang ditimbulkan dari kerjasama bilateral yaitu :
1.      Dampak Positif
·         Menambah Devisa Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
·         Memperkuat Posisi Perdagangan
Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan kedua negara. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.
·         Meningkatkan Investasi
Kerja sama antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia.
·         Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama dapat menciptakan persaingan yang sehat. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
·         Memperluas Lapangan Kerja
Banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
·         Negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri
·         Terjadinya alih teknologi

2.      Dampak Negatif
·         Ketergantungan terhadap negara lain
Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri dapat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.
·         Mendorong masyarakat hidup konsumtif
Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.
·         Pasar dalam negeri dikuasai produk asing
·         Mundurnya perusahaan dalam negeri
·         Meningkatnya pengangguran
·         Banyaknya TKI ilegal







DAFTAR PUSTAKA
http://sejarahnasionaldandunia.blogspot.com/2014/09/peran-indonesia-dalam-kerja-sama-dan.html
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar