Kamis, 23 Maret 2017

STRUKTUR PENDUDUK DILIHAT DARI PENDIDIKAN

STRUKTUR PENDUDUK DILIHAT DARI PENDIDIKAN

OLEH :
KELOMPOK IV

SITTI PRATIWI
MUSLIANTI
WATI PARAMITA
SELVI DIANA
HASNI

PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk sederhana. Tak lupa salawat dan salam tercurah atas junjungan Nabi besar Muhammad saw yang telah membawa manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terang-benderang.
            Atas batuan dan bimbingan semua pihak maka makalah ini dapat penulis selesaikan. Oleh karena itu patutlah kiranya penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Bapak Dr. Ibrahim, S.Ag, M.Pd selaku dosen mata kuliahGeografi Penduduk
2.      Kedua orang tua tercinta yang memberi motivasi kepada penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
3.      Rekan-rekan yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kririk dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Besar harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

                                                                                         
                                                                                          Makassar, 28 Februari 2015

                                                                                                     
                                                                                                      Penulis,




ii

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                     i
KATA PENGANTAR                                                                                   ii
DAFTAR ISI                                                                                                               iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                                                                                            1
B.     Rumusan Masalah                                                                                                       1
C.     Tujuan Penulisan                                                                                                         1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Struktur Penduduk                                                                                                     2
B.     Pendidikan                                                                                                                  2
C.     Struktur Penduduk dilihat dari Pendidikan                                                                5
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan                                                                                                                 7
B.     Saran                                                                                                                           7
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                        8
















iii

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Belakang
ANULdukkDARI PENDIDIKANKependudukan adalah salah satu subJek dan objek kajian dalam Geografi Penduduk. Masalah kependudukan merupakan masalah yang serius tidak saja bagi negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara maju. Masalah kependudukan dewasa ini sudah menjadi masalah besar bagi dunia secara keseluruhan karena menyangkut banyak segi yang secara objektif dikaji dengan pendekatan geografi, yaitu ruang, waktu, dan kekompleksan wilayah.
            Perkembangan penduduk tanpa disertai dengan kontrol untuk mengatur jumlah penduduk yang diinginkan hanya akan menimbulkan problema sosial dan ekonomi dengan segala akibatnya. Pertambahan penduduk yang besar dari tahun ke tahun memerlukan tambahan investasi dan sarana di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan dan sebagainya sebagai dampaknya. Hal ini tentu saja merupakan masalah yang rumit bagi pemerintah yang bersangkutan dalam usahanya untuk membangun dan meningkatkan taraf hidup warga negaranya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah struktur penduduk itu ?
2.      Bagaimanakah pendidikan itu ?
3.      Bagaimanakah struktur penduduk dilihat dari pendidikan ?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Menjelaskan tentang struktur penduduk
2.      Menjelaskan apa itu pendidikan
3.      Menjelaskan struktur penduduk dilihat dari pendidikan



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Struktur Penduduk
Struktur penduduk adalah penggolongan penduduk dalam suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan memiliki banyak penduduk dan dari banyaknya penduduk tersebut akan dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu.
Struktur penduduk terdiri atas tiga macam yaitu :
1.      Piramida penduduk muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Piramidainidicirikansebagianbesarpendudukmasukdalamkelompokumurmuda.Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
2.      Piramida stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk sistem ini terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia. 
3.      Piramida penduduk tua
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.Piramidainijugadicirikandenganjumlahkelompokumurmudalebihsedikitdibandingkelompokumurtua. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.

B.     Pendidikan
Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.Oleh karena itu agar pendidikan dapat dimiliki seluruh rakyat sesuai dengan kemampuan masing-masing perorangan maka pendidikan adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah (Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973).
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta  bertanggung jawab” (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Ketimpangan dalam penyediaan jasa pendidikan diantaranya yaitu:
1.      Tidak semua anak bersekolah
2.      Anak dari kelompok miskin keluar dari sekolah lebih dini
3.      Kualitas sekolah di Indonesia masih rendah dan cenderung memburuk
4.      Persiapan tenaga pengajar yang masih kurang
5.      Pemeliharaan sekolah tidak dilakukan secara berkala
Penyelesaian berbagai masalah pendidikan diantaranya yaitu :
1.      Persiapan tenaga pengajar yang lebih baik dalam mengelola sekolah
2.      Mendesain dan mengimplementasikan dana hibah untuk sekolah yang berasal dari anggaran pemerintah daerah
3.      Mengurangi ketimpangan dalam pendanaan
4.      Mengelola uang sekolah
Pendidikan di Indonesia
Dari Wikipedia Indonesia,ensiklopedia bebas Pendidikan Indonesia adalah seluruh pendidikan  yang diselenggarakan di Indonesia,baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur.Secara terstruktur,pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud),dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas).Di Indonesia,semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar sembilan tahun,enam tahun di SD/MI dan tiga tahun SMP/MTs.Saat ini pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sejarah memperkenalkan system pendidikan formal bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal bakal Indonesia ),meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas.Sistem mereka yang perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang dengan tingkatan sebagai berikut :
·         Europeesche Lagere School (ELS),Sekolah dasar bagi orang Eropa
·         Hollandsch Inlandsche School (HIS),sekolah dasar bagi pribumi
·         Meer Uitgebreid Lager Onderwijis (MOLO),sekolah menengah pertama
·         Algemeene Middelbare School (AMS), menengah atas
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik,tujuan yang kan dicapai,dan kemampuan yang dikembangkan.
·         Pendidikan anak usia dini,mengacu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003,Pasal 1 Butir 14 tantang System Pendidika Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembngan jasmani dan rohani agar anak memilki kesiapan dalam memasuki prndidikan lebih lanjut
·         Pendidikan dasar,merupakan jenjang  pendidikan awal selama sembilan tahun Sekolah Dasar (SD) enam tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tiga tahun.Pendidikan dasar merupakan program wajib belajar.
·         Pendidikan menengah,merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar,yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) selama tiga tahun waktu tempu pendidikan.
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mngembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai denga tujuan pendidikan.
·         Pendidikan formal,merupakan pendidikan yang diselenggarakan sekolah-sekolah pada umumnya.Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas,mulai dari pendidikan dasar,pendidikan menengah,sampai pendidikan tinggi.
·         Pendidikan non formal, paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA (Taman Pendidikan Al’Qur-an) yang banyak terdapat di setiap masjid dan Sekolah Minggu yang terdapat di Gereja. Selain itu ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus music, bimbingan belajar dan sebagainya.
·         Pendidikan informal, adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab
Jenis Pendidikan
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.
·         Pendidikan umum, merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya SD, SMP, dan SMA.
·         Pendidikan kejuruan, merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan, yang memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu.
·         Pendidikan akademik, merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
·         Pendidikan profesi, merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang professional
·         Pendidikan vokasi, merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untukmemiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).
·         Pendidikan keagamaan, merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan atau menjadi ahli ilmu agama
·         Pendidikan khusus, merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa)
C.    Struktur Penduduk dilihat dari Pendidikan
Susunan penduduk menurut pendidikan adalah penggolongan penduduk berdasarkan jenjang pendidikan yang diperoleh. Ada tiga indikator tingkat pendidikan yaitu kepandaian membaca dan menulis, pendidikan yang ditamatkan, dan keikut sertaan di sekolah.
Kepandaian membaca dan menulis digolongkan atas golongan yang dapat membaca dan menulis dan golongan yang tidak dapat membaca dan menulis. Tingkat pendidikan yang ditamatkan digolongkan atas tidak sekolah, tidak tamat sekolah dasar, sekolah dasar, sekolah lanjut tingkat pertama, sekolah lanjut tingkat atas, akademi dan universitas. Penduduk menurut keikut sertaan di sekolah digolongkan atas ikut tidaknya di sekolah.
Pembagian struktur penduduk berdasarkan pendidikan yaitu :
1.      Penduduk usia sekolah
Yaitu banyaknya penduduk yang termasuk dalam usia sekolah dalam hal ini adalah mereka yang berumur 5 sampai 19 tahun yaitu pada tingkat TK sampai SLTA. Jumlah penduduk usia sekolah pada tahun 1971 di Indonesia tercatat 44.276.115 orang atau 37% dari seluruh penduduk Indonesia.
2.      Penduduk yang bersekolah
Yaitu banyak penduduk usia sekolah yang benar-benar menjadi murid atau bersekolah.Pada tahun 1971 dari 44.267.115 orang pen­duduk Indonesia pada usia sekolah, yang benar-benar menjadi murid (bersekolah) sebanyak 17.883.673 orang atau 40,39 persen.
3.      Putus sekolah
Yaitu mereka yang tak dapat melanjutkan sekolah karena ketidakadaan biaya, maupun mereka yang keluar sekolah karena alasan lainnya
4.      Masih bersekolah
Yaitu banyaknya penduduk yang masih terdaftar pada sekolah-sekolah (biasanya pada pendidikan formal) baik di sekolah negeri atau swasta.
5.      Angka terdaftar sekolah menurut umur
Yaitu angka yang menunjukkan banyaknya pen­duduk pada usia tertentu yang masih bersekolah per 1000 penduduk pada usia yang sama.
6.      Dapat membaca dan menulis
Yang dimaksud dengan dapat membaca dan menulis adalah mereka yang dapat membaca dan menulis surat atau kalimat   sederhana   dengan   suatu   huruf   apapun.
7.      Buta huruf
Yaitu mereka yang tidak dapat membaca dan menulis atau mereka yang dapat membaca saja tetapi tidak dapat menulis.
8.      Angka buta huruf
Yaitu angka yang menunjukkan banyaknya pen­duduk yang buta huruf per 100 penduduk ber­umur 10 tahun ke atas.
9.      Angka buta huruf menurut umur
Yaitu   angka   yang   menunjukkan   banyaknya   pen­duduk yang buta huruf menurut umur.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Struktur penduduk adalah penggolongan penduduk dalam suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan memiliki banyak penduduk dan dari banyaknya penduduk tersebut akan dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu.
2.      Jeni struktur penduduk yaitu piramida penduduk muda, piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua.
3.      Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup
4.      Susunan penduduk menurut pendidikan adalah penggolongan penduduk berdasarkan jenjang pendidikan yang diperoleh.
5.      Tiga indikator tingkat pendidikan yaitu kepandaian membaca dan menulis, pendidikan yang ditamatkan, dan keikut sertaan di sekolah.

B.     Saran
Dapat dijelaskan lebih detail tentang struktur penduduk dilihat dari pendidikan, serta pembuatan buku yang khusus membahas hal ini sehingga para pembaca memiliki tambahan pengetahuan yang kelak akan bermanfaat dimasa yang akan datang.














DAFTAR PUSTAKA
Kasto. 1984. Geografi penduduk dan masalah kependudukan di Indonesia.Yogyakarta: Fak. Geografi UGM




Tidak ada komentar:

Posting Komentar