STRUKTUR PENDUDUK DILIHAT DARI PENDIDIKAN

OLEH :
KELOMPOK IV
SITTI PRATIWI
MUSLIANTI
WATI PARAMITA
SELVI DIANA
HASNI
PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt yang telah
melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam
bentuk sederhana. Tak lupa salawat dan salam tercurah atas junjungan Nabi besar
Muhammad saw yang telah membawa manusia dari alam kegelapan menuju alam yang
terang-benderang.
Atas batuan dan bimbingan semua
pihak maka makalah ini dapat penulis selesaikan. Oleh karena itu patutlah
kiranya penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Bapak
Dr. Ibrahim, S.Ag, M.Pd selaku dosen mata kuliahGeografi Penduduk
2.
Kedua
orang tua tercinta yang memberi motivasi kepada penulis sehingga makalah ini
dapat terselesaikan.
3.
Rekan-rekan
yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil dalam menyelesaikan
makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kririk dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan makalah ini. Besar harapan penulis agar makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.
Makassar,
28 Februari 2015
Penulis,
ii
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL
i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 1
C.
Tujuan Penulisan 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Struktur Penduduk 2
B. Pendidikan 2
C.
Struktur Penduduk
dilihat dari Pendidikan 5
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan 7
B.
Saran 7
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kependudukan
adalah salah satu subJek dan objek kajian dalam Geografi Penduduk. Masalah kependudukan
merupakan masalah yang serius tidak saja bagi negara-negara yang sedang
berkembang seperti Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara maju. Masalah
kependudukan dewasa ini sudah menjadi masalah besar bagi dunia secara
keseluruhan karena menyangkut banyak segi yang secara objektif dikaji dengan
pendekatan geografi, yaitu ruang, waktu, dan kekompleksan wilayah.
Perkembangan penduduk tanpa disertai
dengan kontrol untuk mengatur jumlah penduduk yang diinginkan hanya akan
menimbulkan problema sosial dan ekonomi dengan segala akibatnya. Pertambahan
penduduk yang besar dari tahun ke tahun memerlukan tambahan investasi dan
sarana di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan dan sebagainya sebagai
dampaknya. Hal ini tentu saja merupakan masalah yang rumit bagi pemerintah yang
bersangkutan dalam usahanya untuk membangun dan meningkatkan taraf hidup warga
negaranya.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
struktur penduduk itu ?
2. Bagaimanakah
pendidikan itu ?
3. Bagaimanakah
struktur penduduk dilihat dari pendidikan ?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Menjelaskan
tentang struktur penduduk
2. Menjelaskan
apa itu pendidikan
3. Menjelaskan
struktur penduduk dilihat dari pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Struktur
Penduduk
Struktur
penduduk adalah penggolongan penduduk dalam suatu Negara yang mempunyai
wilayah yang luas dan memiliki banyak penduduk dan dari banyaknya penduduk
tersebut akan dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu.
Struktur penduduk terdiri atas tiga
macam yaitu :
1.
Piramida penduduk muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam
pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada
jumlah kematian. Piramidainidicirikansebagianbesarpendudukmasukdalamkelompokumurmuda.Bentuk ini
umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya :
India, Brazil dan Indonesia.
2.
Piramida stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk
yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak
begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk sistem ini terdapat pada
negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
3.
Piramida penduduk tua
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya
penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil sekali.
Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa
kekurangan penduduk.Piramidainijugadicirikandenganjumlahkelompokumurmudalebihsedikitdibandingkelompokumurtua. Negara yang
bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan
Perancis.
B. Pendidikan
Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur
hidup.Oleh karena itu agar pendidikan dapat dimiliki seluruh rakyat sesuai
dengan kemampuan masing-masing perorangan maka pendidikan adalah tanggung jawab
keluarga, masyarakat dan pemerintah (Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973).
Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Ketimpangan
dalam penyediaan jasa pendidikan diantaranya yaitu:
1.
Tidak semua anak
bersekolah
2.
Anak dari kelompok
miskin keluar dari sekolah lebih dini
3.
Kualitas sekolah di
Indonesia masih rendah dan cenderung memburuk
4.
Persiapan tenaga
pengajar yang masih kurang
5.
Pemeliharaan sekolah
tidak dilakukan secara berkala
Penyelesaian
berbagai masalah pendidikan diantaranya yaitu :
1.
Persiapan tenaga
pengajar yang lebih baik dalam mengelola sekolah
2.
Mendesain dan
mengimplementasikan dana hibah untuk sekolah yang berasal dari anggaran
pemerintah daerah
3.
Mengurangi ketimpangan
dalam pendanaan
4.
Mengelola uang sekolah
Pendidikan di Indonesia
Dari
Wikipedia Indonesia,ensiklopedia bebas Pendidikan Indonesia adalah seluruh
pendidikan yang diselenggarakan di
Indonesia,baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur.Secara terstruktur,pendidikan
di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia (Kemdikbud),dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional
Republik Indonesia (Depdiknas).Di Indonesia,semua penduduk wajib mengikuti
program wajib belajar sembilan tahun,enam tahun di SD/MI dan tiga tahun
SMP/MTs.Saat ini pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sejarah
memperkenalkan system pendidikan formal bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal
bakal Indonesia ),meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas.Sistem
mereka yang perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada
sekarang dengan tingkatan sebagai berikut :
·
Europeesche Lagere
School (ELS),Sekolah dasar bagi orang Eropa
·
Hollandsch Inlandsche
School (HIS),sekolah dasar bagi pribumi
·
Meer Uitgebreid Lager
Onderwijis (MOLO),sekolah menengah pertama
·
Algemeene Middelbare
School (AMS), menengah atas
Jenjang
pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat
perkembangan peserta didik,tujuan yang kan dicapai,dan kemampuan yang
dikembangkan.
·
Pendidikan anak usia
dini,mengacu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003,Pasal 1 Butir 14 tantang System
Pendidika Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan
yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang
dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
dan perkembngan jasmani dan rohani agar anak memilki kesiapan dalam memasuki
prndidikan lebih lanjut
·
Pendidikan
dasar,merupakan jenjang pendidikan awal
selama sembilan tahun Sekolah Dasar (SD) enam tahun dan Sekolah Menengah
Pertama (SMP) tiga tahun.Pendidikan dasar merupakan program wajib belajar.
·
Pendidikan
menengah,merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar,yaitu Sekolah
Menengah Atas (SMA) selama tiga tahun waktu tempu pendidikan.
Jalur pendidikan
adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mngembangkan potensi diri dalam
suatu proses pendidikan yang sesuai denga tujuan pendidikan.
·
Pendidikan
formal,merupakan pendidikan yang diselenggarakan sekolah-sekolah pada
umumnya.Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas,mulai dari
pendidikan dasar,pendidikan menengah,sampai pendidikan
tinggi.
·
Pendidikan non formal,
paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA
(Taman Pendidikan Al’Qur-an) yang banyak terdapat di setiap masjid dan Sekolah
Minggu yang terdapat di Gereja. Selain itu ada juga berbagai kursus,
diantaranya kursus music, bimbingan belajar dan sebagainya.
·
Pendidikan informal,
adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar
secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab
Jenis Pendidikan
Jenis pendidikan
adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan
pendidikan.
·
Pendidikan umum,
merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan
yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi. Bentuknya SD, SMP, dan SMA.
·
Pendidikan kejuruan,
merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk
bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah
Menengah Kejuruan, yang memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu.
·
Pendidikan akademik,
merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan
terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
·
Pendidikan profesi,
merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta
didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang professional
·
Pendidikan vokasi,
merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untukmemiliki
pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4
setara dengan program sarjana (strata 1).
·
Pendidikan keagamaan,
merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta
didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan
pengalaman terhadap ajaran agama dan atau menjadi ahli ilmu agama
·
Pendidikan khusus,
merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan
khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang
diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa
satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam
bentuk sekolah luar biasa)
C.
Struktur
Penduduk dilihat dari Pendidikan
Susunan
penduduk menurut pendidikan adalah penggolongan penduduk berdasarkan jenjang pendidikan
yang diperoleh. Ada tiga indikator tingkat pendidikan yaitu kepandaian membaca
dan menulis, pendidikan yang ditamatkan, dan keikut sertaan di sekolah.
Kepandaian
membaca dan menulis digolongkan atas golongan yang dapat membaca dan menulis
dan golongan yang tidak dapat membaca dan menulis. Tingkat pendidikan yang
ditamatkan digolongkan atas tidak sekolah, tidak tamat sekolah dasar, sekolah
dasar, sekolah lanjut tingkat pertama, sekolah lanjut tingkat atas, akademi dan
universitas. Penduduk menurut keikut sertaan di sekolah digolongkan atas ikut
tidaknya di sekolah.
Pembagian
struktur penduduk berdasarkan pendidikan yaitu :
1.
Penduduk usia sekolah
Yaitu banyaknya penduduk yang termasuk dalam usia sekolah dalam
hal ini adalah mereka yang berumur 5 sampai 19 tahun yaitu pada tingkat TK
sampai SLTA. Jumlah penduduk usia sekolah pada tahun 1971 di Indonesia tercatat
44.276.115 orang atau 37% dari seluruh penduduk Indonesia.
2.
Penduduk yang
bersekolah
Yaitu
banyak penduduk usia sekolah yang benar-benar menjadi murid atau bersekolah.Pada
tahun 1971 dari 44.267.115 orang penduduk Indonesia pada usia sekolah, yang
benar-benar menjadi murid (bersekolah) sebanyak 17.883.673 orang atau 40,39
persen.
3.
Putus sekolah
Yaitu mereka yang tak dapat melanjutkan sekolah karena
ketidakadaan biaya, maupun mereka yang keluar sekolah karena alasan lainnya
4.
Masih bersekolah
Yaitu banyaknya penduduk yang masih terdaftar pada sekolah-sekolah
(biasanya pada pendidikan formal) baik di sekolah negeri atau swasta.
5. Angka terdaftar sekolah menurut umur
Yaitu
angka yang menunjukkan banyaknya penduduk pada usia tertentu yang masih
bersekolah per 1000 penduduk pada usia yang sama.
6.
Dapat membaca dan menulis
Yang
dimaksud dengan dapat membaca dan menulis adalah mereka yang dapat membaca dan
menulis surat atau kalimat
sederhana dengan suatu
huruf apapun.
7.
Buta huruf
Yaitu
mereka yang tidak dapat membaca dan menulis atau mereka yang dapat membaca saja
tetapi tidak dapat menulis.
8.
Angka buta huruf
Yaitu
angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang buta huruf per 100 penduduk berumur
10 tahun ke atas.
9.
Angka buta huruf
menurut umur
Yaitu angka
yang menunjukkan banyaknya
penduduk yang buta huruf menurut umur.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Struktur penduduk
adalah penggolongan penduduk dalam suatu Negara yang mempunyai
wilayah yang luas dan memiliki banyak penduduk dan dari banyaknya penduduk tersebut
akan dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu.
2.
Jeni struktur penduduk yaitu
piramida penduduk muda, piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua.
3.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam
dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup
4.
Susunan penduduk
menurut pendidikan adalah penggolongan penduduk berdasarkan jenjang pendidikan
yang diperoleh.
5.
Tiga indikator tingkat
pendidikan yaitu kepandaian membaca dan menulis, pendidikan yang ditamatkan,
dan keikut sertaan di sekolah.
B.
Saran
Dapat
dijelaskan lebih detail tentang struktur penduduk dilihat dari pendidikan,
serta pembuatan buku yang khusus membahas hal ini sehingga para pembaca
memiliki tambahan pengetahuan yang kelak akan bermanfaat dimasa yang akan
datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Kasto. 1984. Geografi penduduk dan masalah kependudukan di
Indonesia.Yogyakarta: Fak. Geografi UGM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar