Kamis, 23 Maret 2017

IDEOLOGI PANCASILA

IDEOLOGI PANCASILA


OLEH :

SELVI DIANA
1464040020
PENDIDIKAN IPS



FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

IDEOLOGI PANCASILA


SELVI DIANA


MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah
Pendidikan Pancasila


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN AKADEMIK
2014/2015
i
KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk sederhana. Tak lupa salawat dan salam tercurah atas junjungan Nabi besar Muhammad saw yang telah membawa manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terang-benderang.
            Atas batuan dan bimbingan semua pihak maka makalah ini dapat penulis selesaikan. Oleh karena itu patutlah kiranya penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila
2.      Kedua orang tua tercinta yang memberi motivasi kepada penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
3.      Rekan-rekan yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kririk dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Besar harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.


Makassar, 17 April 2015


Penulis,








ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                                                 i
KATA PENGANTAR                                                                                                               ii
DAFTAR ISI                                                                                                                 iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                                                                                    1
B.     Rumusan Masalah                                                                                               1
C.     Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Ideologi                                                                                             2
B.     Hakikat Ideologi                                                                                             3
C.     Tipe-tipe Ideologi                                                                                           3
D.    Sejarah Perumusan Ideologi Pancasila                                                               4
E.     Pancasila sebagai Ideologi Negara                                                                      6
F.      Karakteristik Ideologi Pancasila                                                                         7
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan                                                                                                        9
B.     Saran                                                                                                                 9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                          10















iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pemahaman tentang makna dan konsep Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sangat wajib bagi setiap warga negara sebelum menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara disegala bidang, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Pancasila dalam kedudukannya sebagai Ideologi negara, diharapkan mampu menjadi filter dalam menyerap pengaruh perubahan jaman di era globalisasi ini. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya dikehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-cita.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari ideologi ?
2.      Bagaimana hakikat ideologi ?
3.      Apa sajakah tipe-tipe ideologi ?
4.      Bagaimana sejarah perumusan ideologi pancasila ?
5.      Bagaimana pancasila sebagai ideologi negara ?
6.      Apa sajakah karakteristik ideologi pancasila ?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian dari ideologi
2.      Memahami hakikat ideologi
3.      Mengetahui tipe-tipe ideologi
4.      Mengetahui sejarah perumusan ideologi pancasila
5.      Mengetahui pancasila sebagai ideologi negara
6.      Mengetahui karakteristik ideologi pancasila








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea dari bahasa Inggris yang berarti gagasan, dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti pengetahuan. Jadi, ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan atau ide-ide. Definisi ideologi berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup. Ideologi juga diartikan sebagai gagasan, cita-cita, dan nilai dasar yang membentuk sistem nilai yang internal dan mendasar sebagai pencerminan pandangan hidup suatu bangsa.
Istilah ideologi pertama kali digunakan oleh seorang  filsuf Perancis, Destutt de Tracy, pada tahun 1796. Destutt de Tracy menggunakan kata ideologi untuk menunjuk pada suatu bidang ilmu yang otonom, ialah analisis ilmiah dari berpikir manusia, otonom dalam arti lepas dari metafisika tetapi juga untuk mendefinisikan sains tentang ide.
Pengertian ideologi menurut para ahli yaitu :
a)      A.S. Hornby
Ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seseorang atau sekelompok orang.
b)      Soejono Soemargono
Ideologi adalah kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan dan agama.
c)      Gunawan Setiardja
Ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.
d)     Descrates
Ideologi adalah inti semua pemikiran manusia.
e)      Karl Marx
Ideologi adalah alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

B.     Hakikat Ideologi
Dalam sejarah di Indonesia, ideologi seringkali dianut karena manfaatnya. Akan tetapi orang menganut dan mendukung suatu ideologi pada dasarnya juga karena keyakinan bahwa ideologi itu benar. Ide-ide atau pengertian itu merupakan suatu sistem, suatu perangkat yang menjadi suatu kesatuan, menjadi ideologi mengenai manusia dan seluruh realitas. Setiap ideologi pada intinya pasti mempunyai citra manusia tertentu.Dengan kata lain, setiap ideologi pasti mempunyai suatu citra dan gambaran manusia itu apa, dan bagaimana relasi-relasinya dengan alam semesta dengan sesama manusia dan dengan penciptanya. Dikatakan: mengenai manusia dan seluruh realitas, mengandung arti bahwa manusia itu mempunyai posisi tertentu, mempunyai kedudukan, berarti mempunyai hubungan atau relasi.
C.    Tipe-tipe Ideologi
Terdapat dua tipe ideologi sebagai ideologi suatu negara. Kedua tipe tersebut adalah ideologi tertutup dan ideologi terbuka.
Ideologi tertutup adalah ideologi yang dipaksakan dari atas untuk harus diterima, bila perlu dengan tangan besi atau fisik agar dapat diterima sebagai cara hidup dan kehidupan suatu kelompok masyarakat atau bangsa. Ideologi tertutup juga merupakan ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat dirubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu ideologi ini tidak mentolerir pandangan dunia atau nilai-nilai lain.
Ideologi terbuka adalah suatu pandangan, gagasan, atau konsep dengan suatu system pemikiran terbuka yang tidak dipaksakan. deologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis. Dengan sendirinya ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliterdan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya dapat ada dan mengada dalam sistem yang demokratis.tipe ideologi terbuka termasuk dalam artian yang positif karena ada pada sistem demokrasi yang mengoperasionalkan seluruh cita-cita, nilai, dan keyakinan secara holistik sesuai dengan perkembangan masyarakat.
D.    Sejarah Perumusan Ideologi Pancasila
Nama Indonesia mulai dipakai untuk menyebut Kepulauan Hindia Belanda pada bulan Maret 1942 pada saat pemerintah Hindia Belanda menyerah pada bala tentara Jepang. Nama Indonesia itu untuk pertama kalinya dahulu dipakai oleh orang Inggris bernama Logan pada tahun 1850, kemudian pada tahun 1884 dipakai oleh Adolf Bastian seorang etnograf. Nama Indonesia itu berasal dari bahasa Yunani Indosdan nesosatau dalam bahasa Sanskerta nusayang berarti pulau.
Jepang berusaha mendapat legitimasi untuk kekuasaan atas Indonesia yang mereka duduki. Tanggal 20 Maret 1942 dibentuklah pergerakan tiga A: Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia,dan  Nippon Pemimpin Asia.Inilah ideologi yang hendak dipaksakan orang Jepang pada bangsa Indonesia. Merekamenyanggupi akan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan. Mereka segera menyadari bahwa tanpa Soekarno, M. Hatta dan pemimpin Indonesia lainnya, mustahil akan dapat menguasai rakyat Indonesia. Maka dalam bulan Juli 1942 Soekarno dipindahkan dari tempat pembuangannya ke tanah Jawa.
Pada tanggal 8 Maret 1943 Jepang melancarkan suatu pergerakan rakyat di Indonesia yang disebut Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Tujuan Jepang ialah untuk membujuk kaum nasionalis sekuler dan golongan intelektual agar mengerahkan tenaganya untuk membantu Jepang. Empat tokoh Indonesia yang dianggap paling terkemuka, yang dikenal dengan nama Empat Serangkai, yaitu Soekarno, M. Hatta, K.H. Mansyur, dan pemimpin Taman Siswa Ki Hajar Dewantoro mendapat kepercayaan untuk memimpin gerakan itu. Tetapi ternyata gerakan Tiga A danPutera kurang memuaskan hasilnya.
Pada tanggal 1 Maret 1944 Putera dibubarkan, dan dibentuklah suatu organisasi yang meliputi semua usaha tonarigumi(rukun tetangga) dan Jawa Hokokai Di dalam Jawa Hokokai ditonjolkan sifat berbakti. Pemimpin tertinggi adalah Gunseikan, sedangkan Soekarno menjabat sebagai  Komon(penasihat). Keadaan Jepang pada pertengahan tahun 1944 semakin buruk dan terus menerus menderita kekalahan perangdari sekutu. Hal ini kemudian membawa perubahan baru bagi pemerintah Jepang di Tokyo dengan janji kemerdekaan yang diumumkan Perdana Mentri Kaiso tanggal 7 september 1944 dalam sidang istimewa Parlemen Jepang (Teikoku Gikai) ke 85. Janji tersebut kemudian diumumkan oleh Jenderal Kumakhichi Haroda tanggal 1 Maret 1945 yang merencanakan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sebagai realisasi janji tersebut pada tanggal 29 April 1945 kepala pemerintahan Jepang untuk Jawa (Gunseikan) membentuk BPUPKI dengan Anggota sebanyak 60 orang yang merupakan wakill atau mencerminkan suku/golongan yang tersebar di wilaya Indonesia. BPUPKI diketuai oleh DR Radjiman Wedyodiningrat sedangkan wakil ketua R.P Suroso dan Penjabat yang mewakili pemerintahan Jepang “Tuan Hchibangase”. Dalam melaksanakan tugasnya di bentuk beberapa panitia kecil, antaralain panitia sembilan dan panitia perancang UUD. Inilah langkah awal dalam sejarah perumusan pancasila sebagai dasar negara.Secara ringkas proses perumusan tersebut adalah sebagai berikut:
a)      Mr. Muhammad Yamin, pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 menyampaikan rumus asas dan dasar degara sebagai berikut:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat.
Setelah menyampaikan pidatonya, Mr. Muhammad Yamin
menyampaikan usul tertulis naskah Rancangan Undang-Undang Dasar. Di dalam Pembukaan Rancangan UUD itu, tercantum rumusan lima asas dasarnegara yang berbunyi sebagai berikut:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kebangsaan Persatuan Indonesia
3.      Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan
5.      Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
b)       Mr. Soepomo, pada tanggal 31 Mei 1945 antara lain dalam pidatonya menyampaikan usulan lima dasar negara, yaitu sebagai berikut :
1. Paham Negara Kesatuan
2. Perhubungan Negara dengan Agama
3. Sistem Badan Permusyawaratan
4. Sosialisasi Negara
5. Hubungan antar Bangsa.
c)      Ir. Soekarno, dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 mengusulkan rumusan dasar negara adalah sebagai berikut :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. KeTuhanan yang berkebudayaan
d)     Panitia Kecil pada Sidang PPKI, tanggal 22 Juni 1945, memberi usulan rumusan dasar negara adalah sebagai berikut:
1.      Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-  pemeluknya.
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.       Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan akhir Pancasila yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, dalam sidang PPKI merumuskan sebagai berikut:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan /perwakilan
5.      Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
E.     Pancasila sebagai Ideologi Negara
Pancasila sebagai ideologi negara merupakan cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Sifat-sifat pancasila sebagai Ideologi negara yaitu :
1.      Terbuka
Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan adat istiadat, budaya, dan religius masyarakatnya, menerima reformasi, penguasa bertanggung jawab pada masyarakat sebagai pengemban amanah rakyat.
2.      Komprehensif
Mengakomodasi nilai-nilai dan cita-cita yang bersifat menyeluruh tanpa berpihak pada golongan tertentu atau melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu dan negara mengakomodasi berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang bersifat majemuk.
                        Ada beberapa alasan pancasila dijadikan sebagai ideologi negara yaitu :
1.      Nilai-nilai falsafah yang mendasar dan rasional
2.      Teruji kokoh dan kuat sebagai dasar negara
3.      Nilai-nilai pancasila sesuai dengan budaya Indonesia
4.      Mampu mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat yang majemuk dan beragam
Kelebihan pancasila sebagai ideologi yaitu :
1.      Dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih adil dan makmur
2.      Merupakan jalan tengah antara liberal dan komunis
3.      Memberi inspirasi akan tata masyarakat yang bebas
4.      Menjadi sumber etik sosial
5.      Sebagai instrumen politik untuk melihat kinerja pemerintah dan untuk melawan ketidakadilan sosial dan segala manifestasinya
Kekurangan pancasila sebagai ideologi yaitu :
1.      Memberi kesempatan kebebasan yang cenderung menjadi anarki
2.      Adanya kemungkinan masuknya kepentingan neoliberal
3.      Terlalu normatif
4.      Dianggap tidak jelas karena hanya mengambil jalan tengah diantara komunis dan liberal
5.      Pancasila justru membuat bangsa mengambil keburukan liberal dan komunis bersama-sama.
F.     Karakteristik Ideologi Pancasila
Karakteristik yang dimaksud dalam hal ini adalah ciri khas yang dimiliki pancasila sebagai ideologi negara yang membedakannya dengan ideologi-ideologi lain. Karakteristik ini berhubungan dengan sikap positif bangsa Indonesia yang memiliki pancasila. Adapun karakteristik tersebut adalah :
1.      Tuhan Yang Maha Esa
Ini berarti pengakuan bangsa Indonesia akan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya. Oleh karena itu, sebagai umat yang berTuhan, dengan sendirinya harus taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Penghargaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dan bahasanya.
Sebagai umat manusia kita adalah sama dimata Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Adil adalah perlakuan yang sama terhadap sesama manusia, sedangkan beradab adalah perlakuan yang sama itu sesuai dengan derajat kemanusiaan. Atas dasar perlakuan ini maka kita menghargai akan hak-hak asasi manusia seimbang dengan kewajiban-kewajibannya. Dengan demikian harmoni antara kah dan kewajiban adalah penjelmaan dari kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.      Bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa
Di dalam persatuan itulah dapat dibina kerja sama yang harmonis. Dalam hubungan ini, maka persatuan Indonesia kita tempatkan di atas kepentingan sendiri. Pengorbanan untuk kepentingan bangsa lebih ditempatkan daripada pengorbanan utnuk kepentingan pribadi. Ini tidak berarti kehidupan pribadi itu diingkari. Kehidupan pribadi memang yang yang utama, namun tidak berarti bahwa demi kepentingan pribadi itu, kepentingan bangsa dikorbankan.
4.      Kehidupan dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi.
Demokrasi yang dianut adalah demokrasi pancasila. Hal ini sesuai dengan sila ke empat yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Keadilan dalam kemakmuran adalah cita-cita bangsa kita sejak masa lampau. Sistem pemerintahan yang kita anut bertujuan untuk tercapainya masyarakatyang adil dan makmur. Itulah sebabnya disarankan agar seluruh masyarakat bekerja keras dan menghargai prestasi kerja sebagai suatu sikap hidup yang diutamakan.
Karakteristik yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain karena pancasila itu merupakan suatu kesatuan, keutuhan yang saling berkaitan.
           

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1.      Ideologi diartikan sebagai gagasan, cita-cita, dan nilai dasar yang membentuk sistem nilai yang internal dan mendasar sebagai pencerminan pandangan hidup suatu bangsa.
2.      Setiap ideologi pada intinya pasti mempunyai citra manusia tertentu.Dengan kata lain, setiap ideologi pasti mempunyai suatu citra dan gambaran manusia itu apa, dan bagaimana relasi-relasinya dengan alam semesta dengan sesama manusia dan dengan penciptanya.
3.      Terdapat dua tipe ideologi dalam suatu negara yaitu ideologi tertutup dan ideologi terbuka.
4.      Ada dua tokoh yang sangat berperan penting dalam sejarah perumusan pancasila yaitu Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno, dimana usulan kedua tokoh ini yang kemudian dipertimbangkan untuk menjadi dasar negara Republik Indonesia.
5.      Pancasila sebagai ideologi negara merupakan cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
6.    Karakteristik ideologi pancasila yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Penghargaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dan bahasanya, bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa, kehidupan dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
B.     Saran
Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan falsafah negara kita Republik Indonesia. Kita harus menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai dari sila-sila Pancasila dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa harus lebih menghargai dan melestarikan nilai-nilai tersebut agar Pancasila dapat ditegakkan sampai kapanpun.




DAFTAR PUSTAKA

http://www.jimly.com/ ideologi__pancasila__dan_konstitusi
https://josahulata.files.wordpress.com/2012/09/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka
https://www.google.com/search?q=ideologi+pancasila&ie=utf-
https://primandaruwidjaya.files.wordpress.com/2009/10/pancasila-sebagai-ideologi-finale
Fwpurwanis.staff.gunadarma.ac.id







Tidak ada komentar:

Posting Komentar