IDEOLOGI PANCASILA

OLEH :
SELVI DIANA
1464040020
PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR
2015
IDEOLOGI PANCASILA
SELVI DIANA

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah
Pendidikan Pancasila
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN AKADEMIK
2014/2015
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dalam bentuk sederhana. Tak lupa salawat dan salam
tercurah atas junjungan Nabi besar Muhammad saw yang telah membawa manusia dari
alam kegelapan menuju alam yang terang-benderang.
Atas batuan dan bimbingan semua
pihak maka makalah ini dapat penulis selesaikan. Oleh karena itu patutlah
kiranya penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Dosen mata kuliah Pendidikan
Pancasila
2.
Kedua orang tua
tercinta yang memberi motivasi kepada penulis sehingga makalah ini dapat
terselesaikan.
3.
Rekan-rekan yang telah
memberikan bantuan baik moril maupun materil dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Untuk
itu penulis mengharapkan kririk dan saran yang bersifat membangun demi
perbaikan makalah ini. Besar harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.
Makassar, 17 April 2015
Penulis,
ii
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 1
C. Tujuan
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ideologi 2
B. Hakikat Ideologi 3
C. Tipe-tipe Ideologi 3
D. Sejarah Perumusan Ideologi
Pancasila 4
E. Pancasila sebagai
Ideologi Negara 6
F. Karakteristik Ideologi
Pancasila 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 9
B. Saran 9
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pemahaman
tentang makna dan konsep Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sangat wajib
bagi setiap warga negara sebelum menerapkan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila
sebagai dasar negara merupakan dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara
disegala bidang, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Pancasila dalam
kedudukannya sebagai Ideologi negara, diharapkan mampu menjadi filter dalam
menyerap pengaruh perubahan jaman di era globalisasi ini. Keterbukaan ideologi
Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya dikehidupan berbangsa dan
bernegara. Ideologi mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk
masyarakat menuju cita-cita.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian dari ideologi ?
2. Bagaimana
hakikat ideologi ?
3. Apa
sajakah tipe-tipe ideologi ?
4. Bagaimana
sejarah perumusan ideologi pancasila ?
5. Bagaimana
pancasila sebagai ideologi negara ?
6. Apa
sajakah karakteristik ideologi pancasila ?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui
pengertian dari ideologi
2. Memahami
hakikat ideologi
3. Mengetahui
tipe-tipe ideologi
4. Mengetahui
sejarah perumusan ideologi pancasila
5. Mengetahui
pancasila sebagai ideologi negara
6. Mengetahui
karakteristik ideologi pancasila
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea dari
bahasa Inggris yang berarti gagasan, dan kata logos dari bahasa Yunani yang
berarti pengetahuan. Jadi, ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan atau
ide-ide. Definisi ideologi berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat
nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk
menjadi pegangan hidup. Ideologi
juga diartikan sebagai gagasan, cita-cita, dan nilai dasar yang membentuk
sistem nilai yang internal dan
mendasar sebagai pencerminan pandangan hidup suatu bangsa.
Istilah ideologi pertama kali digunakan oleh
seorang filsuf Perancis, Destutt de Tracy,
pada tahun 1796. Destutt de Tracy menggunakan kata ideologi untuk menunjuk pada
suatu bidang ilmu yang otonom, ialah analisis ilmiah dari berpikir manusia,
otonom dalam arti lepas dari metafisika tetapi juga untuk mendefinisikan sains
tentang ide.
Pengertian ideologi menurut para ahli yaitu :
a) A.S.
Hornby
Ideologi adalah seperangkat
gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi
oleh seseorang atau sekelompok orang.
b) Soejono
Soemargono
Ideologi adalah kumpulan
gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang
menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan dan agama.
c) Gunawan
Setiardja
Ideologi adalah seperangkat
ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan
cita-cita hidup.
d) Descrates
Ideologi adalah inti semua
pemikiran manusia.
e) Karl
Marx
Ideologi adalah alat untuk
mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
B.
Hakikat
Ideologi
Dalam
sejarah di Indonesia, ideologi seringkali dianut karena manfaatnya. Akan tetapi
orang menganut dan mendukung suatu ideologi pada dasarnya juga karena keyakinan
bahwa ideologi itu benar. Ide-ide atau pengertian itu merupakan suatu sistem,
suatu perangkat yang menjadi suatu kesatuan, menjadi ideologi mengenai manusia
dan seluruh realitas. Setiap ideologi pada intinya pasti mempunyai citra
manusia tertentu.Dengan kata lain, setiap ideologi pasti mempunyai suatu citra dan
gambaran manusia itu apa, dan bagaimana relasi-relasinya dengan alam semesta dengan
sesama manusia dan dengan penciptanya. Dikatakan: mengenai manusia dan seluruh
realitas, mengandung arti bahwa manusia itu mempunyai posisi tertentu,
mempunyai kedudukan, berarti mempunyai hubungan atau relasi.
C.
Tipe-tipe
Ideologi
Terdapat
dua tipe ideologi sebagai ideologi suatu negara. Kedua tipe tersebut adalah
ideologi tertutup dan ideologi terbuka.
Ideologi
tertutup adalah ideologi yang dipaksakan
dari atas untuk harus diterima, bila perlu dengan tangan besi atau fisik agar dapat diterima sebagai cara hidup dan
kehidupan suatu kelompok masyarakat atau bangsa. Ideologi tertutup juga
merupakan ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan
tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai
kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai
sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi. Kebenaran suatu ideologi tertutup
tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral
yang lain. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat dirubah atau
dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu ideologi ini tidak
mentolerir pandangan dunia atau nilai-nilai lain.
Ideologi terbuka adalah suatu pandangan, gagasan, atau konsep dengan
suatu system pemikiran terbuka yang tidak dipaksakan. deologi terbuka hanya
berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan
norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan
nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang
akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati
secara demokratis. Dengan sendirinya ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak
totaliterdan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang.
Ideologi terbuka hanya dapat ada dan mengada dalam sistem yang demokratis.tipe
ideologi terbuka termasuk dalam artian yang positif karena ada pada sistem demokrasi
yang mengoperasionalkan seluruh cita-cita, nilai, dan keyakinan secara holistik
sesuai dengan perkembangan masyarakat.
D.
Sejarah Perumusan
Ideologi Pancasila
Nama
Indonesia mulai dipakai untuk menyebut Kepulauan Hindia Belanda pada bulan
Maret 1942 pada saat pemerintah Hindia Belanda menyerah pada bala tentara
Jepang. Nama Indonesia itu untuk pertama kalinya dahulu dipakai oleh orang Inggris
bernama Logan pada tahun 1850, kemudian pada tahun 1884 dipakai oleh Adolf
Bastian seorang etnograf. Nama Indonesia itu berasal dari bahasa Yunani
Indosdan nesosatau dalam bahasa Sanskerta nusayang berarti pulau.
Jepang berusaha
mendapat legitimasi untuk kekuasaan atas Indonesia yang mereka duduki. Tanggal
20 Maret 1942 dibentuklah pergerakan tiga A: Nippon Cahaya Asia, Nippon
Pelindung Asia,dan Nippon Pemimpin
Asia.Inilah ideologi yang hendak dipaksakan orang Jepang pada bangsa Indonesia.
Merekamenyanggupi akan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan. Mereka segera
menyadari bahwa tanpa Soekarno, M. Hatta dan pemimpin Indonesia lainnya,
mustahil akan dapat menguasai rakyat Indonesia. Maka dalam bulan Juli 1942
Soekarno dipindahkan dari tempat pembuangannya ke tanah Jawa.
Pada
tanggal 8 Maret 1943 Jepang melancarkan suatu pergerakan rakyat di Indonesia
yang disebut Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Tujuan Jepang ialah untuk membujuk
kaum nasionalis sekuler dan golongan intelektual agar mengerahkan tenaganya
untuk membantu Jepang. Empat tokoh Indonesia yang dianggap paling terkemuka,
yang dikenal dengan nama Empat Serangkai, yaitu Soekarno, M. Hatta, K.H.
Mansyur, dan pemimpin Taman Siswa Ki Hajar Dewantoro mendapat kepercayaan untuk
memimpin gerakan itu. Tetapi ternyata gerakan Tiga A danPutera kurang memuaskan
hasilnya.
Pada
tanggal 1 Maret 1944 Putera dibubarkan, dan dibentuklah suatu organisasi yang
meliputi semua usaha tonarigumi(rukun tetangga) dan Jawa Hokokai Di dalam Jawa Hokokai
ditonjolkan sifat berbakti. Pemimpin tertinggi adalah Gunseikan, sedangkan
Soekarno menjabat sebagai
Komon(penasihat). Keadaan Jepang pada pertengahan tahun 1944 semakin
buruk dan terus menerus menderita kekalahan perangdari sekutu. Hal ini kemudian
membawa perubahan baru bagi pemerintah Jepang di Tokyo dengan janji kemerdekaan
yang diumumkan Perdana Mentri Kaiso tanggal 7 september 1944 dalam sidang
istimewa Parlemen Jepang (Teikoku Gikai) ke 85. Janji tersebut kemudian
diumumkan oleh Jenderal Kumakhichi Haroda tanggal 1 Maret 1945 yang
merencanakan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI).
Sebagai
realisasi janji tersebut pada tanggal 29 April 1945 kepala pemerintahan Jepang
untuk Jawa (Gunseikan) membentuk BPUPKI dengan Anggota sebanyak 60 orang yang
merupakan wakill atau mencerminkan suku/golongan yang tersebar di wilaya
Indonesia. BPUPKI diketuai oleh DR Radjiman Wedyodiningrat sedangkan wakil
ketua R.P Suroso dan Penjabat yang mewakili pemerintahan Jepang “Tuan
Hchibangase”. Dalam melaksanakan tugasnya di bentuk beberapa panitia kecil,
antaralain panitia sembilan dan panitia perancang UUD. Inilah langkah awal
dalam sejarah perumusan pancasila sebagai dasar negara.Secara ringkas proses
perumusan tersebut adalah sebagai berikut:
a) Mr.
Muhammad Yamin, pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 menyampaikan rumus asas
dan dasar degara sebagai berikut:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat.
Setelah menyampaikan
pidatonya, Mr. Muhammad Yamin
menyampaikan usul tertulis
naskah Rancangan Undang-Undang Dasar. Di dalam Pembukaan Rancangan UUD itu,
tercantum rumusan lima asas dasarnegara yang berbunyi sebagai berikut:
1. Ketuhanan
Yang Maha Esa
2. Kebangsaan
Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan
Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan
5. Keadilan
Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
b) Mr. Soepomo, pada tanggal 31 Mei 1945 antara
lain dalam pidatonya menyampaikan usulan lima dasar negara, yaitu sebagai
berikut :
1. Paham Negara Kesatuan
2. Perhubungan Negara dengan
Agama
3. Sistem Badan
Permusyawaratan
4. Sosialisasi Negara
5. Hubungan antar Bangsa.
c) Ir.
Soekarno, dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 mengusulkan rumusan
dasar negara adalah sebagai berikut :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. KeTuhanan yang berkebudayaan
d) Panitia
Kecil pada Sidang PPKI, tanggal 22 Juni 1945, memberi usulan rumusan dasar
negara adalah sebagai berikut:
1. Ketuhanan,
dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya.
2. Kemanusiaan
yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan akhir Pancasila yang ditetapkan pada
tanggal 18 Agustus 1945, dalam sidang PPKI merumuskan sebagai berikut:
1. Ketuhanan
Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan
Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan
Indonesia
4. Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan /perwakilan
5. Keadilan
Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
E.
Pancasila
sebagai Ideologi Negara
Pancasila
sebagai ideologi negara merupakan cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa
Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur
sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Sifat-sifat
pancasila sebagai Ideologi negara yaitu :
1. Terbuka
Nilai-nilai dan cita-cita
digali dari kekayaan adat istiadat, budaya, dan religius masyarakatnya,
menerima reformasi, penguasa bertanggung jawab pada masyarakat sebagai
pengemban amanah rakyat.
2. Komprehensif
Mengakomodasi nilai-nilai dan
cita-cita yang bersifat menyeluruh tanpa berpihak pada golongan tertentu atau
melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu dan
negara mengakomodasi berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang
bersifat majemuk.
Ada
beberapa alasan pancasila dijadikan sebagai ideologi negara yaitu :
1. Nilai-nilai
falsafah yang mendasar dan rasional
2. Teruji
kokoh dan kuat sebagai dasar negara
3. Nilai-nilai
pancasila sesuai dengan budaya Indonesia
4. Mampu
mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat yang majemuk dan beragam
Kelebihan
pancasila sebagai ideologi yaitu :
1. Dapat
membawa Indonesia ke arah yang lebih adil dan makmur
2. Merupakan
jalan tengah antara liberal dan komunis
3. Memberi
inspirasi akan tata masyarakat yang bebas
4. Menjadi
sumber etik sosial
5. Sebagai
instrumen politik untuk melihat kinerja pemerintah dan untuk melawan
ketidakadilan sosial dan segala manifestasinya
Kekurangan
pancasila sebagai ideologi yaitu :
1. Memberi
kesempatan kebebasan yang cenderung menjadi anarki
2. Adanya
kemungkinan masuknya kepentingan neoliberal
3. Terlalu
normatif
4. Dianggap
tidak jelas karena hanya mengambil jalan tengah diantara komunis dan liberal
5. Pancasila
justru membuat bangsa mengambil keburukan liberal dan komunis bersama-sama.
F.
Karakteristik
Ideologi Pancasila
Karakteristik
yang dimaksud dalam hal ini adalah ciri khas yang dimiliki pancasila sebagai
ideologi negara yang membedakannya dengan ideologi-ideologi lain. Karakteristik
ini berhubungan dengan sikap positif bangsa Indonesia yang memiliki pancasila.
Adapun karakteristik tersebut adalah :
1. Tuhan
Yang Maha Esa
Ini berarti pengakuan bangsa
Indonesia akan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya.
Oleh karena itu, sebagai umat yang berTuhan, dengan sendirinya harus taat kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
2. Penghargaan
kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dan bahasanya.
Sebagai umat manusia kita
adalah sama dimata Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan sila kemanusiaan
yang adil dan beradab. Adil adalah perlakuan yang sama terhadap sesama manusia,
sedangkan beradab adalah perlakuan yang sama itu sesuai dengan derajat
kemanusiaan. Atas dasar perlakuan ini maka kita menghargai akan hak-hak asasi
manusia seimbang dengan kewajiban-kewajibannya. Dengan demikian harmoni antara
kah dan kewajiban adalah penjelmaan dari kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Bangsa
Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa
Di dalam persatuan itulah
dapat dibina kerja sama yang harmonis. Dalam hubungan ini, maka persatuan
Indonesia kita tempatkan di atas kepentingan sendiri. Pengorbanan untuk
kepentingan bangsa lebih ditempatkan daripada pengorbanan utnuk kepentingan
pribadi. Ini tidak berarti kehidupan pribadi itu diingkari. Kehidupan pribadi
memang yang yang utama, namun tidak berarti bahwa demi kepentingan pribadi itu,
kepentingan bangsa dikorbankan.
4. Kehidupan
dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi.
Demokrasi yang dianut adalah
demokrasi pancasila. Hal ini sesuai dengan sila ke empat yakni kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
5. Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Keadilan dalam kemakmuran
adalah cita-cita bangsa kita sejak masa lampau. Sistem pemerintahan yang kita
anut bertujuan untuk tercapainya masyarakatyang adil dan makmur. Itulah
sebabnya disarankan agar seluruh masyarakat bekerja keras dan menghargai
prestasi kerja sebagai suatu sikap hidup yang diutamakan.
Karakteristik yang satu tidak
dapat dipisahkan dari yang lain karena pancasila itu merupakan suatu kesatuan,
keutuhan yang saling berkaitan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan
bahwa :
1. Ideologi
diartikan sebagai gagasan, cita-cita, dan
nilai dasar yang membentuk sistem nilai yang internal dan mendasar sebagai pencerminan pandangan hidup suatu
bangsa.
2. Setiap
ideologi pada intinya pasti mempunyai citra manusia tertentu.Dengan kata lain,
setiap ideologi pasti mempunyai suatu citra dan gambaran manusia itu apa, dan
bagaimana relasi-relasinya dengan alam semesta dengan sesama manusia dan dengan
penciptanya.
3. Terdapat
dua tipe ideologi dalam suatu negara yaitu ideologi tertutup dan ideologi
terbuka.
4. Ada dua
tokoh yang sangat berperan penting dalam sejarah perumusan pancasila yaitu
Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno, dimana usulan kedua tokoh ini yang kemudian
dipertimbangkan untuk menjadi dasar negara Republik Indonesia.
5. Pancasila
sebagai ideologi negara merupakan cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa
Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur
sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
6. Karakteristik
ideologi pancasila yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Penghargaan kepada sesama umat
manusia apapun suku bangsa dan bahasanya, bangsa Indonesia menjunjung tinggi
persatuan bangsa, kehidupan dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas
sistem demokrasi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
B.
Saran
Berdasarkan
uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan falsafah
negara kita Republik Indonesia. Kita harus menjunjung tinggi dan mengamalkan
nilai-nilai dari sila-sila Pancasila dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan
seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa harus lebih menghargai dan
melestarikan nilai-nilai tersebut agar Pancasila dapat ditegakkan sampai
kapanpun.
DAFTAR
PUSTAKA
https://josahulata.files.wordpress.com/2012/09/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka
https://www.google.com/search?q=ideologi+pancasila&ie=utf-
https://primandaruwidjaya.files.wordpress.com/2009/10/pancasila-sebagai-ideologi-finale
Fwpurwanis.staff.gunadarma.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar